oleh

Wa’i Juji Puluhan Tahun Hidup Sebatangkara

-Kabar Bima-0 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.-  Wa’i Juji (82), nenek renta asal Kampung Merak RT 16 Kelurahan Jatiwangi hidup dengan kondisi memperihatinkan. Sejak ditinggal mati suaminya, Wa’i Juji kini tinggal seorang diri. Kesehariannya hanya berdiam diri di rumah,  sesekali berjalan dan duduk di rumah tetangga.

Wa’i Juji dan kondisi kehidupannya. Foto: Ist

Wanita itu hanya menghabiskan sisa umurnya di ruangan yang berukuran kecil dan kumuh. Saat dikunjungi oleh media ini, Minggu kemarin (22/9), terlihat dari luar kondisi rumah tampak bangunan tua tak layak huni. Sementara isi ruangan hanya terlihat beberapa ember bekas yang berserakan dengan kondisi tak tersusun rapi. Ditengok ke seluruh ruangan, tampak banyak sarang laba-laba.

Selain itu, di tempat tidur hanya beralaskan kasur bekas dengan tikar yang tak pernah dibersihkan. Banyak kotoran hewan menjadi pewangi untuk ruangan berukuran kecil itu.

Salah seorang tetangga Wa’i Juji, Andi Gaseng mengatakan, kondisi nenek ini sudah berlangsung lama. Wa’i Juji hanya memiliki seorang anak yang kini tinggal di Kabupaten Bima. Namun hanya sesekali datang.

“Dia kondisinya seperti ini saja, kami sebagai tetangga juga sangat kasian melihat Wa’i Juji,” ujarnya.

Sementara itu, Nurmi yang juga tetangganya mengakui hal yang sama. Wa’i Juji hidup sebatangkara. Kalau makanan terkadang ia masak sendiri, beli atau sesekali diberikan oleh tetangga.

Sejauh ini kata Nurmi, belum ada sentuhan bantuan dari Pemerintah Kota Bima. Kalaupun ada, bantuan itu datang dari masyarakat yang sempat berkunjung.

“Ada yang bawa beras, mie, telur dan gula,” sebutnya.

Oleh karena itu, bantuan dari dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, khususnya dari Pemerintah Kota Bima.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah, untuk dapat membantunya,” ungkap Nurmi.

*Kahaba-07

Komentar

Kabar Terbaru