Walikota Bima Letakan Batu Pertama Pembangunan Kolam Renang Lawata

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima H Muhammad Lutfi meletakkan batu pertama pembangunan kolam renang Lawata Senin kemarin, di Pantai Lawata Kota Bima. Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima H Mukhtar Landa, Ketua TP PKK Kota Bima Hj Ellya HM Lutfi, Kepala Dinas Pariwisata Sunarti, dan kepala perangkat daerah.

Walikota Bima saat menyampaikan sambutan usai peletakan batu pertama pembangunan kolam renang Lawata. Foto: Dok Hum

“Kolam renang yang dibangun dengan APBD Pemerintah Kota Bima sebesar Rp 850 juta dikerjakan oleh CV Rizkika Consultan Bima,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Sunarti, saat sambutan.

Ia menjelaskan, pembenahan Lawata selama satu tahun terakhir ini menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Bima. Peningkatan pembangunan kepariwisataan ini juga diharapkan dapat meningkatkan capaian PAD.

“Kini lokasi wisata Pantai Lawata menjadi idola bagi para pengunjung wisata. Sederet kantin berbentuk Uma Lengge menyajikan beragam sajian menu,” katanya.

Sementara itu, Walikota Bima menyampaikan keinginannya ke depan semua spot wisata terintegrasi dan berlabel wisata halal. Pada tahun 2020 mendatang, di sisi utara Lawata akan dibangun cottage-cottage. Dan nantinya kapal yang kemarin dihibahkan akan dikelola untuk kapal wisata yang menghubungkan Bima labuan bajo.

Selain itu, 2020 penataan Kolo juga akan dilakukan dan Pemerintah Kota Bima juga akan mendapatkan bantuan dermaga kapal dari pusat untuk bersandarnya kapal itu.

“Pembangunan dan pembenahan beberapa spot wisata kita akan maksimalkan penataannya, meski Kota Bima merupakan Kota Transit dan Jasa, kita juga harus memaksimalkan potensi wisata agar pengunjung yang awalnya hanya singgah bisa menetap dalam waktu yang lama,” jelasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *