Wakili Kaum Milenial di Legislatif, Yogi Akan Beri Pengabdian Terbaik

Kota Bima,  Kahaba.- Yogi Prima Ramadhan, remaja kelahiran 28 September 1995 ini berhasil merebut satu kursi di DPRD Kota Bima. Anggota legislatif termuda Kota Bima tersebut berhasil menjadi wakil rakyat melalui pemilu legislatif 17 April 2019 lalu.

Anggota DPRD Kota Bima Yogi Prima Ramadhan. Foto: Hardi

Yogi memperoleh suara sebanyak 1.732 di Dapil II dari Partai Amanat Nasional (PAN). Suara yang diraihnya tersebut merupakan tertinggi kedua di Dapil II dan tertinggi ketiga se-Kota Bima.

Menurutnya keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan dan support dari banyak pihak. Namun ia melihat dari perolehan suara yang didapatkannya itu, tentu kontribusi yang paling besar adalah datangnya dari kalangan ibu – ibu, disusul kaum muda dan kalangan tua.

“Itu saya lihat dari antusias masyarakat saat menyambut saya pada saat kampanye apalagi kaum ibu-ibu,” ujar anggota dewan yang pernah bercita-cita jadi pengusaha itu saat ditemui di rumahnya, Selasa (24/9).

Menjadi anggota dewan, tentu saja ia akan memberikan pengabdian terbaik. Tetap turun mendengar aspirasi masyarakat dan semua kalangan. Kemudian memperjuangkan aspirasi yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.

“Saat saya keliling di masyarakat, keluhan masyarakat itu lapangan kerja, lapangan olahraga,  lampu penerang jalan, perbaikan gang yang jarang tersentuh oleh bantuan,  dan beberapa keluhan lain. Ini tentu akan saya perjuangkan,” tuturnya.

Sejak beberapa tahun terakhir kata dia, Kelurahan Tanjung belum sama sekali ada keterwakilan di legislatif, sehingga kurang diperhatikan. Banyak masalah yang muncul dan sebagainya. Oleh karena itu, sebagai dewan yang mewakili kelurahan dimaksud,  dirinya akan berusaha semaksimal mungkin membantu masyarakat di sana.

“Di sana memang masuk zona merah katanya, banyak kriminalitas, narkoba dan lain-lain. Tetapi menurut saya semua itu bisa diperbaiki. Masyarakatnya diarahkan pada kegiatan yang positif seperti keolahragaan,” terang pemuda berusia 24 tahun tersebut.

Persoalan semacam itu akan teratasi ketika ada sarana yang disiapkan, maka sedikit demi sedikit kebiasaan itu pun akan hilang. Mempersiapkan lapangan pekerjaan itu sangat perlu, apalagi dengan ada program pemerintah yang mengucurkan dana senilai Rp 12,5 milliar.

“Ketika dana itu tersalurkan dengan baik, tentu akan mrmberi manfaat yang banyak bagi pemuda dan masyarakat,” tuturnya

Pada akhir wawancara,  Yogi, menegaskan menjadi dewan akan menjadi pekerjaan baru baginya. Tujuannya  bukan uang, tetapi benar-benar memberikan pengabdian untuk masyarakat Kota Bima.

*Kahaba-07

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *