Walikota Serahkan Alsintan untuk 30 Poktan

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Pertanian Kota Bima membagi alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk kelompok tani (Poktan) Kota Bima, Jumat (28/9). Alsintan yang dibagikan ini diserahkan secara simbolis oleh Walikota Bima HM Lutfi.

Walikota Bima HM Lutfi foto bersama usai pembagian Alsintan. Foto: Eric

Kepala Dinas Pertanian Kota Bima Darwis mengungkapkan, alat dan mesin pertanian yang diserahkan ini berupa 25 handtraktor dan 5 unit alat pemipil jagung (Corn Sealer). Alat dan mesin pertanian ini diberikan kepada 30 kelompok tani Kota Bima.

Ia menjelaskan, Alsintan ini pengadaan yang bersumber dari APBN Tahun 2019 pada Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian dan Direktorat jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanin Republik Indonesai.

“Alat dan mesin yang diserahkan kepada Kelompok tani akan didayagunakan petani,” jelasnya.

Dihadapan Walikota, Darwis melaporkan bahwa Alsintan berupa traktor roda 2 telah diserahkan kepada petani hingga tahun 2019 sebanvak 176 unit, anggaranya berasal dana APBN, APBD Provinsi NTB maupun APBD Kota Bima.

“Namun dalam perjalanan waktu sebagian dari Alsintan tersebut mengalami kerusakan sehingga tidak layak lagi untuk dioperasionalkan. Jadi untuk mencukupi kebutuhan petani, kami setiap tahun selalu berkoordinasi ke pusat maupun provinsi untuk mendapatkan alokasi Alsintan untuk Kota Bima,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Bima HM Lutfi mengungkapkan, untuk mewujudkan tujuan pembangunan pertanian berkelanjutan, salah satu target utama pembangunan pertanian adalah pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan.

Dalam rangka pencapaian program swasembada dan swasembada berkelanjutan, perlu disusun rencana sasaran produksi dan produktivitas setiap tahun, termasuk gerakan operasional di tingkat lapangan.

“Salah satu sarana pertanian yang harus dipenuhi dalam upaya pencapaian peningkatan produksi pertanian adalah Alsintan,” ujarnya.

Menurut dia, Alsintan yang memadai dan tepat penggunaannya akan memberikan kontribusi yang maskimal pada proses produksi pertanian. Oleh karena itu, pengelolaan dan pemanfaatan alat dan mesin pertanian perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, yaitu kelompok tani sebagai pelaku utama, penyuluh sebagai pendemping lapangan ataupun pemerintah sebagai pembina.

“Saya harap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ucap Lutfi.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *