Wawali Bima Buka Latsar dan Diklat Prajabatan CPNS

Kota Bima, Kahaba.- Wakil Walikota (Wawali) Bima Feri Sofiyan membuka secara resmi Pelatihan Dasar (Latsar) dan Diklat Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang ditandai dengan pengalungan kartu tanda peserta Pelatihan Dasar, di Paruga Nae Rabu (2/10).

Foto bersama Wakil Walikota Bima bersama CPNS yang mengikuti Latsar dan Diklat Prajabatan. Foto: Eric

Kepala BKPSDM M Saleh dalam laporannya menyampaikan, Latsar dan Diklat Prajabatan angkatan I dan II dipusatkan di Hotel La Ila mulai hari ini sampai 2 November mendatang. Sementara jumlah CPNS sebanyak 126 orang, terdiri dari formasi umum dan Kategori Dua (K2).

“Bagi peserta yang telah lulus tes menjadi CPNS, maka pemerintah wajib memberikan pelatihan dasar dan diklat, agar memahami tugas dan mengembangkan kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Walikota Feri Sofiyan menyampaikan selamat bergabung kepada seluruh peserta dengan keluarga besar pemerintah Kota Bima, khususnya Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).

“Latsar dan diklat prajabatan kali ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah, karena pesertanya adalah kader muda bangsa yang telah diseleksi secara ketat, murni, tersistem dan tanpa KKN,” katanya.

Ketua DPD PAN Kota Bima itu menjelaskan, dair kegiatan itu para peserta juga harus menanamkan dan menumbuhkan sikap loyal dan tanggungjawab penuh, pada setiap tugas yang telah diberikan. Kemudian bisa menjadi dan menjalankan peran sebagai abdi masyarakat yang baik.

“Jadikan diklat ini sebagai kesempatan belajar dan mengubah diri menjadi PNS yang berkualitas dan berkompeten,” pesannya.

Feri menambahkan, mengingat rangkaian pelatihan ini memakan waktu cukup lama. Diharapkan para peserta mengikuti seluruhnya, serta mematuhi peraturan dan disiplin yang diberikan panitia.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *