Janji Tidak Ditepati, Pemuda Hidi Rasa Kecewa Dengan Bupati Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemuda Desa Hidi Rasa Kecamatan Wera merasa kecewa dengan sikap Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri. Janji membangun talut lapangan bola 4 tahun lalu tak kunjung direalisasikan.

Lapangan Desa Hidi Rasa sedang ditangani. Foto: Ist

Khadafi pemuda Desa Hidi Rasa mengatakan, tanggal 16 Agustus 2019 Bupati Bima menelpon Camat Wera agar perwakilan Karang Taruna dan Pemerintah Desa Hidi Rasa datang menemuinya.

“Hari itu juga yang diundang langsung menuju Pendopo Bupati Bima,” katanya, kemarin.

Dari pertemuan itu kata dia, Bupati langsung mengintruksikan kepada Kabag Bina Program untuk turun survei, dan menganggarkan pembangunan talut lapangan bola itu di anggaran perubahan tahun 2019.

Kemudian, untuk memastikan adanya anggaran itu. Tanggal 8 Oktober 2019 dirinya mendatangi pihak terkait dan menanyakan kapan talut itu mulai dikerjakan. Namun Kasubbag Bina Program menyampaikan talut lapangan bola Hidi Rasa tidak masuk di anggaran perubahan tahun 2019.

“Malah berjanji akan diprioritaskan pada tahun 2020,” ungkapnya.

Khadafi pun mengaku heran dengan pemerintah ini. Sejak 4 tahun lalu berjanji, kemudian janji lagi direncanakan anggaran masuk pada perubahan. Kemudian pada perubahan, anggaran justru tidak tercantum, dan berjanji lagi pada anggaran tahun 2020.

“Kami ini merasa dibohongi dan kecewa dengan Bupati Bima. Talut yang dijanjikan, malah dikerjakan yang lain,” sorotnya.

Sementara itu Kabag Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Bima M Chandra Kusuma menyampaikan, hasil koordinasi dengan instansi terkait, janji bupati untuk memperbaiki lapangan bola itu ditangani tahun ini, termasuk akses jalan menuju lapangan.

“Untuk pembuatan sarana penunjang lainya seperti talut dan sarana lainya akan dikerjakan secara bertahap,” katanya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *