oleh

Semen Masih Langka, Pemkot Bima Kembali Turun Sidak

-Kabar Bima-13 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Setelah turun inspeksi mendadak (Sidak) kelangkaan, kini Pemkot Bima melalui Bagian Perekonomian bersama Dinas Koperindag, Dinas Pol PP dan kepolisian kembali turun lapangan melakukan hal yang sama. Pasalnya, hingga saat ini semen masih langka di Kota Bima.

Pemkot Bima saat sidaak kelangkaan semen. Foto: Eric

Pantauan bersama media ini, pada Distributor Pertama PT Nusa Trijaya Abadi, terdapat ribuan sak semen yang masih tersimpan di gudang. Manager PT Nusa Trijaya Abadi Jemi Gunawan mengatakan, masih banyaknya ketersedian semen di gudang karena masih ada pemilik usaha yang belum mengambil, meskipun sudah dibeli terlebih dahulu (DO).

Setiap semen datang, stoknya langsung menjual ke sub penyalur. Apabila ada keterlambatan yang mengambil meskipun sudah telah DO, itu hanya beberapa pekan, saja karena bahan bangunan akan diambil oleh pembeli.

“Saat ini stok di gudang semen yang masih belum terjual 671 sak. Sedangkan untuk 2 sub penyalur sudah membeli namun belum mengambil semen di antaranya, PT Citra (Bunga Raya Group) 1.000 sak semen dan PT Tukad Mas sebanyak 2.175 sak,” ujarnya.

Jemi menjelaskan, kondisi stok semen yang masih sedikit, disebabkan pengiriman dari distributor pusat di wilayah Pangkep Sulawesi Selatan yang terlambat.

“Yang pasti semen tetap kami jual, berdasarkan permintaan sub penyalur dan tidak ada penimbunan,” tegasnya.

Kemudian dari Manager PT Nusa Kencana Sakti Viktor mengungkapkan, selama proses pendistribusian ke sub penyalur lancar-lancar saja. Karena stok semen yang datang di gudang miliknya hanya bertahan 3 hari dan langsung diambil pembeli.

“Bisa dilihat stok semen di gudang kami, hampir habis karena semuanya terjual dan telah diambil sub penyalur yang sebelumnya telah memesan,” bebernya.

Sementara itu perwakilan PT Tiga Roda Haryadi menjelaskan, untuk stok semen yang masuk di gudang itu langsung dijual berdasarkan permintaan pembeli. Artinya setiap setiap jumlah stok yang keluar, juga seimbang dengan stok semen yang masuk.

Semen Tiga Roda itu memiliki pangsa pasar yang berbeda di Pulau Sumbawa. Jika dilihat dari frekwensi penjualan, justeru semen yang terjual banyak diminati di wilayah Dompu dan sekitarnya. Bahkan bisa sampai 60 persen, sisanya terbagi rata di wilayah lain.

“Semen tiga roda masih rendah peminatnya di Kota Bima, karena banyak merk lain yang beredar. Namun itu tidak masalah, karena kami tetap menjual bila ada permintaan,” imbuhnya.

Sementara itu Kabag Perekonomian Setda Kota Bima Ruslan menegaskan, hasil analisa sementara langkanya stok semen di Kota Bima karena beberapa faktor. Di antaranya masih terkendalanya pendistribusian dari distributor langsung, yaitu keterlambatan kedatangan kedatangan kapal yang membawa semen.

“Kami bersama jajaran terkait tetap akan melakukan kontrol dan pengawasan setiap distributor, untuk memastikan stok semen aman dan lancar,” bebernya.

Ruslan menuturkan, untuk memastikan stok semen ini lancar. Pihaknya tetap rutin melakukan sidak, memastikan distributor tidak menyimpan stok semen.

“Kami tetap imbau kepada setiap distributor, agar semen dijual bila ada permintaan. Jikapun ada yang telah membeli namun belum diambil, diminta untuk segera berkoordinasi untuk segera ambil di gudang,” tegasnya.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru