Diduga Malpraktek, Pasien di RSUD Bima Meninggal Dunia

Kota Bima, Kahaba.- Terjadi dugaan malpraktek di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Akibatnya, salah seorang pasien bernama Siti Halimah (70) warga Lingkungan Tolotongga Kelurahan Jatibaru meninggal dunia. Pihak keluarga korban pun akan menyelesaikan dugaan malpraktek ini ke proses hukum.

Isra, anak korban dugaan Malpraktek di RSUD Bima saat memberikan keterangan di media. Foto: Hardi

Tidak terima dengan peristiwa itu, keluarga korban bertemu dengan pihak RSUD Bima, Senin siang (14/10). Pertemuan itu juga dihadiri langsung oleh Direktur RSUD Bima H Ihsan.

Setelah pertemuan tertutup itu, anak korban Isra mengatakan, dirinya beserta keluarga sudah bertemu dengan pihak RSUD. Hanya saja belum ada hasil sama sekali.

“Orang tua kami meninggal karena dugaan malpraktek. Kami ingin mencari tahu ,” tudingnya.

Ia menceritakan, korban masuk di RSUD Bima pada Senin pagi pekan kemarin. Kemudian malam hari Rabu di ruangan VIP B, sekitar pukul 22.00 WIB, salah seorang perawat masuk dan memeriksa. Namun pihak keluargan merasa ada keanehan, pasalnya perawat tersebut tidak menanyakan identitas pasien saat melakukan pemeriksaan.

Usai itu kata Isra, perawat tersebut langsung menyuntikan beberapa obat-obatan yang berbeda di tubuh Siti Halimah, dengan jumlah 3 kali suntikan. Melihat itu, timbul keraguan dirinya dan bertanya apa yang disuntik tersebut.

“Perawat itu bilang antibiotic untuk Paru-paru. Lalu saya tanya lagi yang disuntik kedua dan ketiga. Dijawabnya suntikan kedua antibiotic untuk lambung, kemudian yang ketiga tidak dijelaskan,” terangnya.

Menurut dia, saat disuntik yang kedua kali, orang tuanya yang masih tertidur merespon dengan menggerakan tangan. Sebelumnya pun ia bertanya kepada perawat, untuk kelancaran apa tidak sebaiknya dibangunkan terlebih dahulu, tapi dijawab perawat tidak perlu.

“Dia tetap suntik setelah itu ibu saya langsung bangun. Waktu itu, perawat masih di ruangan. Ibu saya langsung bilang kenapa kondisinya tiba-tiba tidak enak dan beberapa saat kemudian meninggal dunia,” ucapnya.

Isra pun meminta RSUD bertanggungjawab atas kejadian itu. Selain itu, akan melaporkan kejadian malpraktek ini di pihak kepolisian.

Sementara itu Direktur RSUD Bima Ihsan saat dihubungi mengatakan, dirinya akan terlebih dahulu bertemu dengan perawat dimaksud, agar saat memberikan klarifikasi tidak salah.

“Saya akan melakukan pertemuan terlebih dahulu dengan perawat, biar tidak salah ngomong saat klarifikasi,” katanya.

*Kahaba-07

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *