UMKM Pantai Lawata Terima Kredit dan Dana CSR dari PKBL BNI Bima

Kota Bima, Kahaba.- Untuk mengembangkan usaha para UMKM Pantai Lawata, PT BNI (Persero) Tbk Kantor Cabang Bima membantu dengan memberikan kredit dan dana CSR kepada puluhan pelapak setempat, melalui Program Kredit Bina Lingkungan (PKBL). (Baca. BNI dan Pemkot Bima TTD MoU Penyediaan dan Penggunaan Layanan Jasa Perbankan)

Pemimpin BNI Cabang Bima H Muhammad Amir saat menjelaskan tentang PKBL. Foto: Ist

Acara penandatangan MoU dan penyerahan CSR tersebut digelar di Pantai Lawata, Senin (14/10) dihadiri puluhan penerima manfaat dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima yang mewakili pemerintah.

Pemimpin BNI Cabang Bima H Muhammad Amir menjelaskan, kegiatan penandatangan MoU PKBL ini merupakan kelanjutan program yang sama saat dilaksanakan di Muthmainnah Homestay beberapa waktu lalu.

“Tadi ada 11 orang yang menandatangani MoU kredit dan 20 orang diberikan bantuan dari dana CSR sebanyak Rp 10 juta melalui koperasi Pelapak Pantai Lawata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bentuk Program Kredit Bina Lingkungan ini adalah pemberian kredit yang bunganya sangat rendah yakni 3 persen setahun, jauh lebih ringan dari dana KUR sebanyak 7 persen.

Dari penyerahan ini, sasaran BNI ke depan adalah memberikan kredit PKBL kepada para pedagang Pasar Amahami. Tujuannya, agar para pedagang di pasar tersebut tidak terjerat dengan rentenir dan dan koperasi yang keliling dengan bunga tinggi.

Para pedagang Pantai Amahami saat mendengarkan arahan dari Pemimpin BNI Cabang Bima. Foto: Ist

“Program ini akan terus berlanjut. Karena selaras dengan visinya Pemerintah Kota Bima saat ini, ” katanya.

Dari modal kredit PKBL ini Amir berharap, para pedagang tidak lagi meminjam uang kepada badan usaha lainnya atau rentenir, atau koperasi keliling yang berbunga tinggi. Sebab, itu akan memberatkan para pedagang.

Sementara itu, Kepala Dinas Parirwisata Kota Bima Sunarti mengapresiasi langkah dan upaya yang dilakukan BNI. Tentu saja program tersebut akan meningatkan penghasilan para pelapak di Pantai Lawata.

“Rata rata para pelapak ini ekonominya lemah,” ungkap Sunarti.

Diakuinya, pemerintah daerah juga begitu memperhatikan para pedagang di Pantai Lawata. Setelah tempat berdagang, meja kursi dan payung serta listrik diberi gratis oleh BUMN. Sekarang giliran modal untuk perkembangan usaha.

Sunarti pun berharap, semoga para pedagang bisa manfaatkannya dengan baik. Karena dengan modal usaha tersebut para pedagang tidak terlilit rentenir dan usaha bisa berkembang dengan baik.

*Kahaba-01

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *