Pemuda Cenggu Harap BPD Terpilih Menjalankan Tugas Sesuai Tupoksi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Setelah terselenggaranya pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cenggu Kecamatan Belo, Rabu (16/10) pemuda desa setempat meminta BPD bisa bekerja maksimal dan benar-benar menjalankan tugasnya sesuatu tupoksi.

Pemuda Desa Cenggu Enggun dan anggota BPD aktif Desa Cenggu Mursalim. Foto: Ist

Pemuda Desa Cenggu Enggun mengatakan, BPD terpilih saat ini harus bisa bekerja sesuai dengan tupoksi. Pasalnya, BPD sebelum ini dinilai pasif dan ruang penyampaian aspirasi oleh masyarakat dibatasi.

“Selama ini paling memberikan aspirasi saat berpapasan di jalan. Tidak ada ruang khusus yang disediakan,” sorotnya.

Kata dia, BPD harus punya kantor khusus yang terpisah dengan pemerintah desa. Sehingga masyarakat bisa dengan leluasa datang dan menyampaikan kritik dan aspirasi untuk pembangunan desa melalui BPD.

“Lembaga BPD dan Pemerintah Desa tidak boleh satu atap,” inginnya.

Ia juga berharap, BPD terpilih yang akan segera dilantik bulan November 2019 mendatang bisa belajar dan memperbaiki kelemahan-kelemahan BPD yang masih aktif saat ini, dan sadar tupoksi.

“Mudah-mudahan BPD yang akan segera dilantik nanti bisa memperjuangkan kantor sendiri, agar mempermudah  masyarakat memberikan masukan dan krikitan,” harapnya.

Di tempat terpisah, salah satu anggota BPD aktif Desa Cenggu Mursalim menyampaikan, saat ini ketua BPD setempat sedang sakit. Hal itu menjadi kendala sehingga BPD tidak terlalu aktif dalam menjalankan tugas-tugas kelembagaan.

“Semoga BPD yang akan segera dilantik nanti, bisa bekerja lebih lebih dan aktif,” harapnya.

Kata dia, pembangunan kantor BPD meruapakan hal penting yang harus dilakukan agar tugas dan fungsi BPD bisa dijalankan dengan baik.

“Semoga pemerintah desa menganggarkan pembangunan kantor BPD nanti,” tukasnya.

*Kahaba-C09

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *