oleh

GMNI dan LP2D Turun Demonstrasi, Tolak Bibit Jagung Premium

-Kabar Bima-7 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasises Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bima dan Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli pembangunan Desa (LP2D) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor UPT Pertanian Kecamatan Bolo dan Kantor Camat Bolo, Kamis (17/10). Massa aksi menolak bibit jagung Premium bantuan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima.

GMNI dan LP2D saat berdemonstrasi menolak bantuan bibit jagung premium. Foto: Yadien

Selain melakukan orasi secara terbuka, massa juga melakukan aksi tabur bibit jagung di pinggir jalan, sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang menyalurkan bantuan bibit yang tidak berkualitas.

Koordinator aksi Andi Wahyudin menyampaikan, pihaknya tegas menolak bantuan bibit jagung premium 919 yang bersumber dari pemerintah pusat melalui Pemerintah Kabupaten Bima. Pasalnya, bibit jagung tersebut tidak cocok dengan keadaan tanah di Bima dan tidak membuahkam hasil yang baik.

“Bibit tidak berkualitas. Petani bisa gagal panen kalau tanam bibit ini,” katanya.

Usai aksi di depan Kantor UPT Pertanian Bolo, massa kemudian bergerak menuju kantor Camat Bolo untuk menyampaikan tuntutan yang sama.

Kata Andi, petani yang ada di Kabupaten Bima banyak mengeluhkan bibit tersebut, karena bibit tidak berkualitas dan tidak memenuhi standar BPSD.

“Karena itu secara GMNI dan LP2D menolak bantuan bibit kepada para petani,” tegasnya.

Ia meminta kepada pemerintah agar penyaluran bibit premium 919 tersebut dihentikan. Sebagai alternatifnya, massa aksi menawarkan bibit yang produktif serta bermutu untuk disalurkan kepada para petani, seperti: Biji 18, NK 212 dan NK 3728 (Sumo).

Selain itu massa aksi juga menuntut Kepala Bidang Pertahanan Pangan Kabupaten Bima yang terindikasi melakukan penimbunan bibit padi dan jagung sebanyak 212 ribu  dus, dengan jenis varises Premium 919.

Bibit yang ditimbun ini dialokasikan untuk luas lahan 14.144 Ha, yang disalurkan di 7 Kecamatan di Kabupaten Bima. Yakni, Kecamatan Bolo, Soromandi, Tambora, Sanggar, Lambitu, Sape dan Ambalawi.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Mafia bibit ini sudah meraja lela. Jangan korban rakyat hanya untuk  kepentingan pribadi,” tegas Andi.

Setelah melakukan orasi di kantor Camat Bolo, massa aksi lalu bergeser menuju kantor Bupati Bima untuk melakukan aksi dengan tuntutan yang sama.

*Kahaba-10

Komentar

Kabar Terbaru