Cegah Stunting, Bulog Cabang Bima Tawarkan Beras Fortivikasi

Kota Bima, Kahaba.- Stunting sempat heboh dibeberapa daerah di NTB. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Kepala Perum Bulog Cabang Bima Sawaludin Susanto menunjukan beras Fortivikasi. Foto: Ist

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Perum Bulog Cabang Bima Sawaludin Susanto menyampaikan, masalahnya adalah ada pada kurangnya asupan gizi. Jadi solusi yang harus dicari adalah memberikan asupan gizi yang cukup pada anak atau keluarga.

Perum Bulog di awal Oktober 2019 sudah melaunching beras Fortivikasi. Beras itu akan menambah zat gizi mikro pada salah satu atau beberapa bahan pangan dengan tujuan meningkatkan nilai gizi bahan pangan tersebut.

“Selanjutnya kita lihat bahan pangan yang cocok. Sebenarnya bahan pangan apapun bisa. Cuman dikali ini kami menawarkan bahan pangan beras yang kita fostivikasi,” katanya, Jumat (18/10).

Ia menjelaskan, kenapa beras, karena beras merupakan bahan pangan pokok yang menjadi konsumsi masyarakat. Rata-rata penduduk setiap hari konsumsi beras. Jadi dengan beras fortivikasi ini, makan nasi langsung terintegrasi dengan vitaminnya.

“Jadi tidak perlu beli vitamin tambahan atau terpisah, karena langsung berada di beras yang di masak. Berasnya mengandung vitamin A, B1, B3,B12, Zat Besi, asam folat dan zinc,” sebutnya.

Mengenai harga sambungnya, memang ada perbedaan dengan beras yang tidak berfortivikasi. Bedanya sekitar Rp 1.500- 2000/ kg.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *