Kelompok Pemuda Penatoi dan Penaraga Bentrok

Kota Bima,Kahaba.- Terjadi bentrok antara kelompok pemuda Kelurahan Penatoi dan Kelurahan Penaraga di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di Jembatan Penatoi, Minggu (20/10) sekitar pukul 20.30 Wita. Bentrok tersebut praktis mengganggu lalu lintas yang ada di sekitar jalan setempat.

Suasana di sekitar jembatan Penatoi akibat bentrok warga. Foto: Deno

Pantauan media ini, aksi saling lempar pun tidak bisa dihindari. Terlihat sejumlah anak panah berceceran di aspal jalan. Teriakan komando untuk saling serang pun terdengar di antara kedua kelompok tersebut.

Polisi yang berada di lokasi bentrok tidak bisa berbuat banyak, sebab personil aparat setempat terlalu sedikit. Tembakan peringatan pun dikeluarkan, namun diabaikan oleh warga yang bentrok.

Babinsa serta Bhabinkamtibmas turut serta mencegah bentrok tersebut. Dengan bertambahnya bantuan personil, kelompok yang terlibat bentrok berada di atas jembatan pun mundur dan masuk ke kampung.

Warga Penatoi Abdul Haris saat ditanya penyebab bentrok tersebut mengaku tidak tahu, namun ketika dirinya bersama warga lain saat duduk di wilayah pinggir kali RT 3 Kelurahan Penatoi, tiba-tiba ada anak panah yang jatuh di dekat dan hampir mengenainya.

“Saya tidak tahu pasti penyebab bentrok, tapi kami berharap kedua warga cepat islah dan tidak terjadi bentrok lagi,” harapnya

Sementara itu Haris warga Penaraga mengatakan, awalnya ada 2 orang datang dari arah timur menggunakan sepeda motor dan langsung melempar beberapa anak muda yang sedang duduk, dan mereka pastikan bahwa yang lempar itu warga Penatoi.

“Tadi habis isya ada dua warga Penatoi yang datang melempar warga kami,” ungkapnya.

Dari lokasi bentrok, terlihat Dandim 1608 Bima serta jajarannya dan beberapa perwira Polres Bima Kota juga turun lokasi untuk mengamankan kedua warga.

Kapolsek Rasanae Timur IPTU Lutfi Hidayat mengatakan, belum tahu pasti penyebab bentrok. Hingga kini situasi sudah berhasil dikendalikan, kedua warga sudah masuk kampung.

“Sementara situasi sudah bisa dikendalikan. Warga lain yang ingin melintas ke jembatan Penatoi agar mengambil jalur alternatif,” sarannya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *