Kepala SDN Sanolo Bangun Mushollah dengan Swadaya dan Bantuan Masyarakat

Kabupaten Bima, Kahaba.- Karena tidak punya anggaran khusus, Kepala SDN Sanolo membangun mushola menggunakan anggaran dari sumbangan masyarakat dan dewan guru.

Kondisi mushollah SDN Sanolo yang dibangun dengan anggara swadaya dan bantuan masyarakat. Foto: Yadien

Kepala SDN Sanolo Muhdar mengatakan, sejak dulu sekolah setempat tidak memiliki fasilitas ibadah seperti mushola. Jika waktu sholat tiba, guru dan siswa akan melaksanakan sholat di luar sekolah dan harus melewati jalan raya.

“Karena melewati jalan raya sehingga dikhawatirkan ada siswa yang kecelakaan, karena di depan sekolah jalan negara yang ramai kendaraan,” ungkapnya, Senin (21/10)

Kata dia, atas dasar itu pihaknya berinisiatif untuk membangun mushollah dengan adanya dukungan anggaran dari swadaya masyarakat dan guru-guru di sekolah setempat.

“Pembangunan mushollah ini sudah dimulai sejak 3 minggu yang lalu,” katanya.

Ia membeberkan, jumlah anggaran yang terkumpul untuk membangun mushollah sebanyak Rp 15 juta. Total tersebut, Rp 8 juta berasal dari swadaya dan masyarakat, sementara Rp 7 juta merupakan swadaya guru-guru setempat.

“Mushollah ini penting. Karena tidak ada anggaran khusus, kami swadaya sendiri dan dibantu masyarakat,” jelasnya.

Selain berupa uang, ada juga masyarakat yang memberi bantuan berupa barang seperti semen, bata, dan pasir, serta tanah untuk penimbunan.

Saat ini pihaknya masih membutuhkan anggaran untuk mengerjakan dan membeli bahan bagian atap mushollah tersebut. Seperti kayu, seng, kuba, dan platfom. Karna itu, ia berharap Bupati Bima berkenan memberikan bantuan untuk menyelesaikan pengerjaan mushollah itu agar segera bisa digunakan untuk beribadah.

“Mudah-mudahan ibu Bupati Bima berkenan membantu pembangunan mushollah yang dipondasi oleh almarhum suaminya 9 tahun yang lalu ini,” harapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *