Viral Soal Patung di Wane, Begini Komentar Kepala Kemenag Bima

Kota Bima, Kahaba.- Belakangan ini ramai dibicarakan soal keberadaan sejumlah patung di sekitar Pantai Wane Kabupaten Bima. Bahkan tak sedikit warga meminta agar patung milik warga Hindu tersebut dibongkar.

Patung di Wane yang dipersoalkan warga. Foto: Ist

Menanggapi masalah tersebut, Kepala Kemenag Kabupaten Bima H Syahrir yang dimintai komentar menjelaskan, pihaknya sudah memerintahkan kepada KUA Kecamatan untuk turun dan mencari data, informasi yang tepat tentang patun tersebut.

“Sudah saya perintahkan, termasuk mencari tahu siapa yang memiliki lahan tersebut. Kemudian siapa yang memberikan izin untuk ditempatkan patung – patung tersebut,” katanya, Selasa (22/10).

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah meminta kepada KUA untuk menggali informasi apakah di sekitar patung – patung itu apakah ada rumah ibadah. Atau hanya patung yang ditempatkan pada lokasi wisata.

“Makanya kita gali semua dulu informasinya, baru Kemenag bersikap,” ujarnya.

Syahrir mengaku, Kemenag hanya berwenang kaitan dengan rumah ibadah. Maka harus dikaji terlebih dulu, apakah itu berkaitan dengan rumah ibadah atau hanya tempat rekreasi.

“Jika kaitan dengan tempat ibadah, jelas harus melalui aturan dan mekanisme,” tegasnya.

Hingga saat ini sambungnya, Kemenag belum mengetahui lahan dan patung tersebut milik siapa. Ia pun berharap, agar secepatnya KUA bisa mendapatkan informasi agar bisa dikaji lebih dalam oleh Kemenag.

Syahrir juga mengungkapkan, FUI Bima juga telah hadir menemuinya dan menyampaikan persoalan patung – patung tersebut.

“FUI tadi menitikberatkan jangan sampai keberadaan patung – patung itu justru akan menjadi bibit – bibit, lalu kemudian menjadi persoalan besar dan menjadi tempat ibadah,” ungkapnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *