oleh

Tiga Siswa SMAN 4 Kota Bima Dipukul Guru

Kota Bima, Kahaba.- Pemukulan dilakukan guru SMA Negeri 4 Kota Bima terhadap tiga siswanya. Diduga,  aksi ini dilakukan akibat ketiga siswa tersebut bolos sekolah dan pulang dengan meloncat pagar. Kejadian itu berlangsung, Rabu 14 November 2012 pagi ini di rumah salah seorang siswa di Kelurahan Santi Kota Bima.

Tiga Siswa SMAN 4 Kota Bima Dipukul Guru - Kabar Harian Bima
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Humas  SMAN 4 Kota Bima. Foto: Bin

Syafrudin, keluarga korban mengaku bahwa ketiga murid SMAN 4 Kota Bima diduga dipukul oleh gurunya yang bernama Umar. Ketiga siswa itu adalah Firmansyah (Kelas XII), Harianto (kelas XII) dan M. Junaidin (kelas XI).



Ia menceritakan, awalnya ketiga siswa tersebut ditemui Umar di rumah M. Junaidin, di kelurahan Santi. Saat itu, Umar yang melihat mereka dan langsung mendatanginya. Umar menanyakan kepada mereka, kenapa pulang di waktu sekolah. Salah satu diantaranya menjawab bahwa ada acara perpisahan guru PPL di sekolah.

Baca:   Tiga Siswa di SMAN 4 Kobi Dipukul Demi Pembinaan

Setelah itu, lanjut nya, Umar mengkonfirmasi ke sekolah dan mendengar bahwa mereka pulang duluan dengan meloncat pagar. “Seketika itu Umar memukul dan menampar ketiganya,” pungkas Syafrudin kepada Kahaba.

Ia menyesalkan tindakan oknum guru itu yang langsung memukul siswa. Dirinya pun hendak melaporkan kejadian ini kepada pihak sekolah setempat. Menurutnya, bagaimana pun juga, sifat pembinaan terhadap pelajar, seorang guru tidak boleh melakukan kekerasan fisik, apalagi memukul berkali-kali terhadap siswanya. “Kalaupun ketiganya bersalah, tentu tak harus ditampar dan dipukuli,” ungkapnya.

Baca:   SMAN 4 Kota Bima Rayakan Dies Natalis ke-28

Sementara itu Wakasek Humas SMAN 4 Kota Bima, Imran, S.Pd mengaku belum mendengar masalah dan laporan tersebut. “Nanti kami akan memanggil Umar dan ketiga siswa tersbut untuk diklarifikasi,” ujar Imran. [BK/BM]


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

4 komentar

  1. Sewaktu smp dulu, seorang guru agama, yg sampe dgn skrg sy tetap hormat dan mencium tangannya. Beliau selalu memberi reward dan punishment terhdp siswanya. Punishment itu berupa pukulan tangan dgn kayu manakala siswanya tdk bisa menghapal. Hapalan yg sy hapal sejak smp sampe sekrg masih sy ingat dan selalu sy baca stlh selesai shalat.

  2. Alhamdulillah…, jasa guru agama yg memberi reward dan punishment terhdp siswanya masih tetap melekat hasilnya. Punishment terhdp siswanya yg tdk bisa menghapal yaitu mendpt pukulan tangan di kaki atw tangan, dgn itu siswa antusias menghapal. Dan skrg hapalan itu masih sy baca stlh selesai shalat.