Belajar Diversifikasi Tenun, Koperindag Buka Klinik Gratis

Kota Bima, Kahaba.- Diklat peningkatan produk pangan dan diversifikasi produk tenun yang dihelat Dinas Koperindag di Rumah Tenun Kota Bima, Rabu (23/10) tidak berhenti selama 3 hari pelaksanaan kegiatan. Karena setelah itu, dinas setempat akan membuka klinik gratis untuk masyarakat yang ingin belajar diversifikasi tenun. (Baca. Koperindag Diklat Peningkatan Produk Pangan dan Diversifikasi Produk Tenun)

Kabid Industri Perdagangan Dinas Koperindag Kota Bima Anik Kartika bersama salah seorang peserta diklat. Foto: Bin

Kabid Industri Perdagangan Dinas Koperindag Kota Bima Anik Kartika menjelaskan, pada diklat peserta yang hadir akan diberi pemahaman dan keterampilan oleh para ahli. Sehingga dari diklat ini, para pelaku usaha benar – benar bisa serius dan menjadi mandiri.

“Diklat ini tidak berhenti sampai pada pelatihan ini. Setelah diklat tetap diberikan pembinaan sampai para pelaku usaha bisa mandiri,” katanya.

Menurut Tika – sapaan akrabnya – untuk mewujudkan kemandirian para pelaku usaha, pihaknya juga membuka klinik gratis untuk masyarakat yang mau belajar di Rumah Tenun.

“Nanti akan diajarkan untuk diversifikasi tenun, memodifikasi kain tenun menjadi dompet, sepatu, tas dan handicraft,” ujarnya.

Peserta pelatihan yang ingin kembali memperdalam kemampuan setelah pelatihan ini, kemudian mengalami kekurangan alat, bisa datang di Rumah Tenun. Karena pihaknya akan membuka setiap hari.

“Tidak dipungut biaya, pelatihan dan memakai gratis alat di Rumah Tenun ini,” terangnya.

Dari ini semua tambah Tika, pada akhirnya para pelaku usaha dan masyarakat bisa menggali potensi diri yang ada selama ini, kemudian membuka peluang kerja bagi masyarakat lain, sehingga bisa mengurangi jumlah pengangguran yang ada.

Disinggung apakah akan ada bantuan alat? Tika belum bisa memastikan. Kendati demikian, untuk merangsang pertumbuhan usaha, pihaknya akan diupayakan agar bisa ada bantuan alat.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *