oleh

Perwakilan Warga Penatoi dan Penaraga Bertemu di Polres, Bahas Islah Pasca Bentrok

-Kabar Bima-0 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Guna membahas solusi islah untuk kelompok warga Penatoi dan Penaraga yang bentrok dan berdampak untuk seluruh masyarakat di 2 kelurahan tersebut, Polres Bima Kota menyediakan wadah untuk pertemuan para perwakilan kedua kelurahan tersebut, Jumat (25/10) sekitar pukul 10.00 Wita.

Perwakilan warga Penatoi dan Penaraga saat berbicara rencana islah pasca bentrok. Foto: Ist

Kapolres Bima Kota AKBP Erwin Ardiansyah melalui Kasubbag Humas IPTU Hasnun menyampaikan, pertemuan tersebut dilaksanakan di ruang rapat utama Polres Bima Kota. Selain perwakilan 15 orang tiap kelurahan, dalam pertemuan itu juga dihadiri oleh Waka Polres, Anggota DPRD Kota Bima, Camat Raba dan Camat Mpunda.

Selain itu, juga hadir Kapolsek Rasanae Barat, Kasat Intelkam, KBO Reskrim, KBO Intelkam, Kanit Tipidter, Panit Binmas Sektor Rasbar, Kanit Binmas Sektor Rastim, Bhabikamtimmas Penaraga dan Penatoi, Babinsa Penaraga dan Penatoi serta Kasi Propam.

Dari pertemuan itu kata Hasnun, ada beberapa hal yang disampaikan oleh perwakilan tiap Kelurahan, seperti membentuk forum komunikasi antar pemuda, serta menyembelih hewan untuk dimakan bersama saat islah nanti, sebagai bentuk penegasan perdamaian yang abadi.

Warga juga meminta agar beberapa orang warga yang diamnakan kemarin untuk dibebaskan dan diberikan pembinaan melalui orang tua masing-masing.

“Ada upaya islah yang akan segera dilakukan dari hasil pertemuan itu, semoga saja tidak ada kendala dalam proses islah nanti,” harapnya.

Menurut Hasnun, Anggota DPRD Kota Bima serta Camat Raba dan Camat Mpunda berpesan agar kedua warga tetap menjaga kebersamaan, orang tua memberikan pembinaan pada anaknya untuk tidak bergaul yang tidak ada hasilnya.

Sementara itu, Wakapolres Bima Kota Kompol Syafruddin juga menyampaikan beberapa hal, diharapkan semua warga untuk sama-sama menjaga situasi kamtibmas dan memberikan imbauan agar permasalahan tidak membias.

Tidak mencari pokok permasalahan awal apabila mau menyelesaikan masalah. Pihak kepolisian pun tidak bangga melakukan penahanan warga yang diduga sebagai provokator. Akan tetapi, polisi akan sangat senang, jika masalah ini dapat dicarikan solusi dan selesai.

“Makanya untuk mewujudkan itu, polisi akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Bima sebagai tindaklanjut bersama menyelesaikan masalah ini,” inginnya.

*Kahaba-05

Komentar

Kabar Terbaru