Pol PP Demo Pemkot Bima, Protes Biaya Operasional yang Tak Kunjung Cair

Kota Bima, Kahaba.- Staf di Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Walikota Bima, Rabu pagi (30/10). Mereka memprotes biaya operasional di tiap-tiap bidang yang tidak pernah dicairkan selama 6 bulan.

Mobil damkar saat diparkir di depan Kantor Walikota Bima sebagai bentuk protes terhadap biaya operasional yang tak kunjung dicairkan. Foto: Bin

Aksi protes diawali dengan mendorong sejumlah kendaraan seperti mobil pemadam kebakaran dan mobil dalmas di halaman kantor Walikota Bima. Dengan menggunakan pengeras suara, Pol PP berteriak memprotes kebijakan pejabat yang dinilai tidak peduli terhadap kebutuhan operasional dinas tersebut.

Kepala Bidang Damkar Sugiarto menjelaskan, biaya operasional masing-masing bidang di dinasnya sejak bulan April tidak pernah dicairkan. Selama ini, untuk bekerja pihaknya hanya bisa tanggulangi sendiri.

“Saking merasa tanggungjawabnya teman-teman di Pol PP terhadap tugas, kita pakai biaya sendiri,” ungkapnya.

Menurut dia, mungkin selama ini pejabat terkait masalah ini tidak tahu dengan penggunaan anggaran di Pol PP. Bahwa operasional mobil damkar dan mobil dalmas ini dinilai lancar-lancar saja, padahal bermasalah sejak dulu.

“Kita sudah sering laporkan kepada pimpinan yang sudah menjabat di sini, tapi tidak pernah ada perhatian,” ungkapnya.

Mobil Damkar dan Dalmas kata Sugiarto, tidak boleh kurang biaya operasionalnya. Karena kegiatan di Pol PP tidak pernah sepi, setiap hari tetap harus berjalan. Untuk mobil Damkar saja, tetap harus stand by biaya operasionalnya.

“Selama ini jika terjadi kebakaran, kita pakai biaya sendiri, tidak pernah ada biaya operasionalnya,” jelas Sugiarto.

Selain masalah bensin sambungnya, biaya kerusakan mobil dan perawatan selalu ditanggulangi terus oleh Pol PP. Tidak pernah ada biaya operasional yang dicairkan untuk mencukupi kebutuhan itu.

Dari aksi protes ini, pihaknya menginginkan agar masalah ini cepat diatasi dan diperhatikan, biar semua berjalan dengan baik.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima H Supardin mengakui, selama dirinya masuk di dinas tersebut tanggal 15 Mei 2019 lalu, keadaannya semua orang tahu. Pengelolaan keuangan sangat berantakan.

Sejak dirinya pun masuk, selalu berkoordinasi dengan Sekda. Tapi tidak nyambung dan hanya berjanji akan disampaikan ke Walikota Bima. Namun, tidak pernah diurus dengan baik.

“Tugas-tugas kita selama ini tidak pernah didukung oleh keuangan. Padahal anggarannya ada dalam DPA, tidak bisa dipakai, prosesnya berbelit Belit,” keluhnya.

Ia pun menegaskan, pihaknya tidak akan menggeser mobil damkar dan dalmas yang ada di depan Kantor Walikota Bima, sebelum uang operasional masuk ke rekening Pol PP.

“Kami ini sangat kecewa, ini bentuk protes kami terhadap masalah yang tidak pernah diperhatikan dan diselesaikan,” tukasnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *