oleh

IDP Daftar di Gerindra, Ashar: Itu Bagian Diplomasi Politik Untuk Koalisi 2020

-Kabar Bima-15 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Indah Damayanti Putri (IDP) yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Bima resmi mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Bima di Partai Gerindra, Rabu (30/10) di rumah Makan BBA Palibelo.

Humas DPC Partai Gerindra Kabupaten Bima Ashar. Foto: Ist

Menurut Humas DPC Partai Gerindra Kabupaten Bima, pertemuan tersebut sengaja digelar di luar kantor DPC Gerindra Kabupaten Bima, karena Partai Golkar dan Partai Gerindra memiliki sejarah perjuangan yang panjang dalam menentukan arah politik di Kabupaten Bima.

“Gokar dan Gerindra bahkan mengantarkan Bupati menjadi orang nomor 1 di Kabupaten Bima saat ini,” ujarnya.

Kata Ashar, pertemuan tersebut bukan saja proses pendaftaran IDP ke Partai Gerindra, namun juga menjadi ruang silaturahmi antara IDP dengan seluruh kader partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

Pertemuan itu pun semacam diplomasi makan siang kedua partai besar Kabupaten Bima. Bukan hanya membahas kemungkinan-kemungkinan koalisi jilid II, tetapi juga soal isu-isu strategis pembangunan daerah, sinkronisasi eksekutif dan legislatif, termasuk soal kerja lintas fraksi di DPRD Kabupaten Bima untuk membangun daerah.

“Dalam pidatonya IDP juga menyampaikan itu tadi,” bebernya.

Pada kesempatan tersebut IDP juga menyampaikan terimakasih kepada Partai Gerindra atas koalisi 2014 yang mengantarkan IDP menjadi Bupati Bima. Pertemuan Golkar dan Gerindra di rumah makan BBA Palibelo tersebut menjadi pilihan lokasi yang netral. Selain soal romantisme koalisi, BBA punya sejarah tersendiri untuk Partai Golkar dan Gerindra

“Koalisi Pilkada 2014, tahapan lobi-lobi politik dan proses politik koalisi diadakan di BBA dulu,” ungkapnya.

Menurut Ashar, pertemuan siang tadi merupakanan “The Great Game For Political Order”.  Pertemuan agung 2 partai besar, demi tujuan politik pembangun daerah yang berkelanjutan.

“Bagi kami koalisi dengan Golkar bukan perkara sulit, terutama soal komunikasi politik, mengingat Gerindra punya hubungan baik dengan Golkar khususnya dalam 5 tahun pemerintahan IDP,” ungkapnya.

Sebagai partai yang tengah berkuasa di daerah, Golkar dan Gerindra tidak kesulitan merumuskan visi bersama, tinggal melanjutkan komitmen koalisi 2014 untuk melanjutkan pada tahun 2020 mendatang.

“Ini juga semacam pinangan resmi IDP terhadap Gerindra, apalagi IDP juga menyebutkan alasan dia ingin bersama Gerindra karena secara defacto Gerindra berada di urutan ke 2 perolehan suara dalam Pemilihan legislatif 2019,” urainya.

Ditanya apakah EA 2 Gerindra usung kader sendiri? Ashar mengatakan setiap partai besar tentu pun punya keinginan untuk mengikutkan kadernya dalam kompetesi termasuk Pilkada. Apalagi sejak 2010 Gerindra sudah berpengalaman mengusung kandidat dan menang.

“Tapi nanti kita serahkan sepenuhnya pada mekanisme internal partai,” pungkasnya.

Ia optimis IDP akan berkoalisi dan meminang kader terbaik Gerindra untuk jadi pendampingnya pada Pilkada 2020 mendatang, sinyal politik itu muncul melalui diplomasi BBA tersebut.

“Kami kira IDP dan Golkar  sangat matang dalam kalkulasi politik, dan kematangan itu tercermin dari inisiatif IDP silaturahmi dengan Gerindra dan mendaftarkan diri di partai kami,” tambah Ashar.

*Kahaba-10

Komentar

Kabar Terbaru