oleh

Bank NTB Syariah Bantah Cari Keuntungan Saat Proses Pelelangan Tanah Eks Jaminan

-Kabar Bima-3 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bank NTB Syariah Cabang Bima membantah mencari keuntungan dengan kebijakan buka rekening baru, untuk peserta lelang tanah eks jaminan Pemerintah Kabupaten Bima. (Baca. Bank NTB Syariah Diduga Cari Untung Pada Proses Lelang Tanah Eks Jaminan

Wakil Pemimpin Bank NTB Syariah Cabang Bima Erni Rosdiana. Foto: Yadien

Wakil Pemimpin Bank NTB Syariah Cabang Bima Erni Rosdiana mengatakan, kebijakan membuka rekening baru bagi peserta lelang tanah eks jaminan, merupakan hasil kesepakatan bersama panitia pelelangangan. Itu dilakukan untuk menghindari penggunaan rekening untuk kepentingan umum.

“Jadi rekening untuk ikut lelang tanah dibuat rekening khusus, agar tidak ada transaksi lain dengan menggunakan rekening itu,” jelasnya, kemarin.

Kata dia, pihaknya sama sekali tidak mengambil keuntungan dengan niat memperdayai masyarakat. Terlebih dengan modus buka rekening baru itu.

Ia juga membantah jika uang sebanyak Rp 50 ribu yang disetor oleh para peserta lelang tanah eks jamin menjadi uang hangus. Pasalnya uang tersebut tetap bisa ditarik kembali bahkan hingga saldo rekening menjadi nol. Hanya saja, hal itu bisa dilakukan setelah pengumuman tender dilakukan.

“Bisa ditarik semua, tapi setelah pengumuman siapa pemenang dan yang tidak menang dalam tender,” jelasnya.

Kemudian kata dia, untuk buku rekening yang digunakan oleh para peserta lelang tanah eks jaminan tahun ini, merupakan rekening khusus yang secara sistem hanya sebagai titipan sementara. Sehingga semua saldo bisa ditarik kembali.

“Kalau yang dimasukan Rp 100 juta, maka yang bisa ditarik juga Rp 100 juta,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, rekening yang digunakan oleh peserta lelang tanah eks jaminan bahkan tidak dikenakan biaya administrasi, seperti buku rekening lain pada umumnya.

Kendati demikian, ia menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah menyorot kinerja bank setempat. Itu menunjukan bahwa masyarakat sangat peduli dan menyayangi bank tersebut.

“Wajar ada yang sorot, mungkin karena belum tahu saja,” pungkasnya.

*Kahaba-10

Komentar

Kabar Terbaru