Reses di Kantor Camat Woha, Dewan Dapil I Jaring Aspirasi Warga

Kabupaten Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil I Kecamatan Woha, Monta, Parado menggelar reses pertama periode 2019-2024 di Kantor Camat Woha, Kamis (14/11). Kegiatan tersebut dihadiri camat setempat dan jajaran serta puluhan masyarakat.

Warga saat menyampaikan aspirasi di reses Anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil I di Kantor Camat Woha. Foto: Bin

Nampak hadir 7 orang wakil rakyat di Dapil I masing-masing Firdaus, Mahdalena, Ismail, Ahmad, Mustakim, Sirajudin dan Muhammad Isnaini.

Camat Woha Irfan DJ saat sambutan menyampaikan apresiasi kepada dewan dan masyarakat yang menyempatkan diri hadir untuk menghadiri kegiatan menjaring aspirasi guna membangun Woha ke depannya agar lebih baik.

Dirinya pun merasa yakin, para wakil rakyat ini akan mampu mengantarkan Woha menjadi kecamatan yang lebih baik, baik pembangunan fisik maupun non fisik.

“Dewan ini menjaring aspirasi, untuk menentukan arah pembangunan di Kecamatan Woha. Maka sampaikan aspirasi yang diprioritaskan untuk kepentingan umum,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bima Ahmad mengatakan, pihaknya akan membangun komitmen yang kuat untuk mendorong percepatan pembangunan di Kecamatan Woha.

Maka melalui kesempatan ini, pihaknya berharap masyarakat yang hadir bisa menyampaikan kebutuhan yang bersifat umum, untuk bisa diperjuangkan melalui program pemerintah.

“Mari kita satukan komitmen untuk 5 tahun mendatang. Jadi jika ada masalah, kita siap terima aspirasi dan perjuangkan,” katanya.

Anggota dewan yang lain, Firdaus berharap semoga pertemuan ini memberikan manfaat untuk kemajuan di wilayah Dapil I. Maka, pelaksana reses ini, dirinya menginginkan kepada masyarakat yang hadir, bisa mengungkapkan kebutuhan, sebagai dasar mereka untuk menyampaikannya ke pemerintah Eksekutif.

Sebagai wakil rakyat sambung Duta PDIP itu, pihaknya tentu akan memaksimalkan perjuangan untuk merealisasikan aspirasi yang disampaikan masyarakat. Tentu saja, aspirasi yang bersifat skala prioritas.

“Kalau ada kebutuhan infrastruktur dan kebutuhan lain yang urgent, sampaikan ke dewan dan akan kita perjuangkan,” tuturnya.

Mahdalena, satu satunya Srikandi di legislatif dari Dapil I menambahkan, pelaksanaan reses telah diatur oleh UU. Maka perlu para wakil rakyat untuk melaksanakan itu sesuai amanat UU dimaksud.

“Di dewan itu ada 2 tugas pokok kegiatan, pertama masa sidang dan masa reses. Reses itu bekerja di luar kantor untuk mengunjungi konstituen, dan menjaring aspirasi masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya berharap warga bisa menyampaikan aspirasi baik fisik maupun non fisik serta yang skala prioritas untuk diperjuangkan.

Pada sesi jaring usulan, salah seorang warga Desa Tente Jamil menyorot tidak adanya pemberdayaan SDM di Kabupaten Bima. Jadi omong kosong jika bicara pembangunan, apabila SDM tidak diperbaiki.

Ia mencontohkan, seperti munculnya pegawai honorer yang banyak dari Kota Bima. Sementara warga Kabupaten Bima tidak dilirik untuk direkrut. Tentu saja, ini tidak melakukan pemberdayaan kepada warga sendiri.

“Maka kami minta kepada dewan, untuk memperhatikan masalah tersebut. Karena untuk mendorong terciptanya pembangunan yang baik, harus dimulai dari pemberdayaan masyarakat sendiri,” tegasnya.

Dahlan dari Desa Risa, juga memanfaatkan pertemuan itu untuk mengungkapkan masalah yang dihadapi di desanya dan sejumlah desa lain. Dahlan membahas masalah air DAM Pela Parado yang saat ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal untuk petani di desanya.

Padahal semua tahu, air merupakan kebutuhan sangat vital bagi masyarakat dan petani. Maka dirinya berharap, DAM dimaksud bisa dinormalisasi kembali, agar bisa dirasakan manfaatnya bagi petani di desa Risa dan beberapa desa lain.

“Mohon diperjuangkan aspirasi saya ini Pak Dewan,” pintanya.

Sejumlah warga lain, secara umum mengusulkan agar para wakil rakyat memperjuangkan perbaikan drainase, jalan, bronjonisasi dan sejumlah kebutuhan skala prioritas di sektor infrastruktur yang bisa memudahkan akses warga di Dapil setempat.

Dari aspirasi yang dijaring tersebut, 7 orang wakil rakyat yang hadir tersebut berkomitmen untuk memperjuangkan. Aspirasi yang bersifat skala prioritas, akan dibahas serius dan didorong untuk menjadi program pemerintah.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *