Reses di Talabiu, Masyarakat Menaruh Harapan Besar Pada Firdaus

Kota Bima, Kahaba.- Selain ikut melaksanakan reses bersama di Kantor Kecamatan Woha, Anggota DPRD Kabupaten Bima Firdaus juga menyerap aspirasi warga di Desa Talabiu, Kamis (14/11). Kegiatan yang dihelat di depan rumahnya itu dihadiri ratusan masyarakat setempat.

Anggota DPRD Kabupaten Bima Firdaus saat menjelaskan soal reses di hadapan warga Desa Talabiu. Foto: Bin

Firdaus saat menyampaikan sambutanya menjelaskan, dirinya sengaja menggelar reses pribadi, agar lebih leluasa menjaring aspirasi warga di desa tersebut. Karena, ia melihat di desanya juga masih sangat banyak kebutuhan umum yang patut untuk diperjuangkan.

“Saya menggelar reses pribadi, semoga acara ini bermanfaat, kemudian saya betul-betul bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat Talabiu,” katanya.

Pria yang menyandang gelar Sarjana Hukum itu memaparkan,  reses merupakan kegiatan dewan di luar kantor dan bertemu langsung konstituen. Pada kesempatan itu, tentu akan sangat banyak keinginan yang disampaikan masyarakat dan perlu diperjuangkan.

Karena sejatinya, menjadi wakil rakyat yakni berjuang dan bersama rakyat mewujudkan aspirasi yang selama ini tidak tersampaikan dan tidak pernah terealisasikan.

Makanya dalam sesi penyampaian aspirasi nanti, Firdaus berharap masyarakat mengungkapkan kebutuhan yang bersifat umum, bukan kepentingan orang – perorang.

“Sampaikan kebutuhan, akan bisa saya perjuangkan dan masuk dalam program pemerintah,” sarannya.

Anggota DPRD Kabupaten Bima Firdaus saat menyerap aspirasi warga. Foto: Bin

Pada sesi dialog, slaah seorang tokoh masyarakat H Abdul Hamid berharap agar Firdaus memperhatikan nasib petani. Seperti pengairan sawah yang lebih baik.

“Mohon dibuatkan parit di sebelah sungai besar itu pak dewan. Agar pengairan untuk kita para petani lancar,” inginnya.

Selain urusan itu, Hamid juga meminta Duta PDIP itu memperjuangkan harga garam. Bagaimana pun caranya, ia menginginkan agar garam dibuat mahal.

“Kalau garam mahal, petani garam ini pasti sejahterah,” tuturnya.

Di tempat yang sama, salah seorang warga lain Hamzah menyampaikan masalah drainase di Talabiu. Kendati itu ada, tapi tidak berfungsi dengan baik. Untuk itu, dirinya berharap dewan bisa memperbaikinya dan dibuat perlebar.

“Kami juga meminta perbaikan jalan ekonomi di So Rade, karena itu belum tuntas hingga ke Desa Belo. Itu sangat dibutuhkan petani dan warga pak dewan,” ucapnya.

Sementara dari kalangan ibu – ibu, memohon agar Firdaus memperhatikan modal usaha atau dana stimulan untuk penjual bakulan. Selain itu, pengadaan peralatan yang bisa menunjang usaha para ibu – ibu.

Anggota DPRD Kabupaten Bima Firdaus di lokasi reses. Foto: Bin

Demikian juga disampaikan perwakilan pemuda, menginginkan agar diperhatikan pengadaan peralatan untuk menunjang aktivitas para pemuda. Seperti peralatan bengkel dan sejenisnya.

Menanggapi aspirasi masyarakat, Firdaus menginginkan agar pembangunan fisik pertahun di Desa Talabiu sebanyak 2 pekerjaan. Ia pun memastikan agar pekerjaan infrastruktur itu bisa dikerjakan.

Sementara untuk masalah garam, diakuinya memang selama ini pembahasan di tingkat eksekutif cukup alot. Karena garam bukan komoditi yang tidak sepenuhnya bisa diatur oleh negara. Sebab, harganya tergantung pada kebutuhan pasar.

“Saya kira untuk jawaban konkrit maslaah garam ini, pemerintah daerah harus bisa menggelontorkan anggaran Rp 5 – Rp 10 miliar untuk menyelamatkan para petani garam, agar tidak terjadi monopoli pasar,” paparnya.

Untuk aspirasi lain sambungnya, ia berjanji tetap akan memperjuangkannya dengan maksimal. Jika belum mampu direalisasikan pada tahun ini, ia pun tetap memperjuangkannya pada tahun – tahun mendatang.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *