Dewan Sorot Sedikitnya Tersedia Formasi CPNS Yang Mendukung Smart City

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Sudirman DJ menyorot tidak banyaknya formasi  tenaga informatika atau ITE pada penerimaan CPNS untuk mendukung Program Smart City. Padahal, beberapa tahun terakhir pemerintah getol ingin mewujudkan itu. Bahkan telah banyak menghabiskan anggaran untuk melakukan sejumlah persiapan.

Anggota DPRD Kota Bima Sudirman DJ. Foto: Eric

Menurut Sudirman DJ, ia mendapatkan keluhan dari warga Kota Bima tentang sedikitnya formasi tersebut. Di tengah keinginan pemerintah mengembangkan Smart City. Kenapa untuk mendukung rencana itu, justru formasi Informatika tidak diusulkan lebih banyak, agar bisa banyak juga yang disetujui oleh pemerintah pusat.

“Harusnya bisa lebih banyak. 6 orang yang disetujui pada formasi itu sedikit dan tidak mendukung keinginan untuk membangun Smart City,” sorotnya, Minggu (17/11).

Dengan mengajukan lebih banyak kata Duta Partai Gerindra itu, maka akan sangat relevan dengan keinginan pemerintah saat ini. Sehingga kebutuhan tenaga yang memadai, bisa ditempatkan pada tiap tiap OPD teknis yang menjalankan program Smart City dimaksud.

Ketimbang harus menghabiskan anggaran untuk mendatangkan tenaga ahli di bidang informatika dari luar daerah, menurut Sudirman DJ, mestinya pemerintah bisa melihat peluang pada perekrutan CPNS tahun ini untuk diisi oleh putra putri daerah yang memang memiliki kemampuan di bidang tersebut.

“Banyak kok putra-putri Bima yang memang bisa untuk melakukan itu. Mereka pintar – pintar pada urusan ITE,” terangnya.

Untuk itu ia meminta kepada pemerintah untuk lebih teliti melihat peluang. Terutama jika pada tahun-tahun berikutnya ada perekrutan CPNS, maka untuk mendukung terlaksananya Smart City seperti yang diharapkan, bisa memikirkan untuk mengajukan lebih banyak.

Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Kota Bima Rusdhan menjelaskan, usulan Pemerintah Kota Bima untuk formasi tenaga informatika awalnya sebanyak 9 orang. Dari jumlah itu, basic D3 sebanyak 4 orang, sisanya yakni S1.

“Jumlah ini tersebar pada 5 jabatan, seperti analisis informatika dan jaringan, statistik, pengelola pajak, kemudian pengelola situs dan website, lalu penyusunan bahan informatika dan publikasi,” sebutnya.

Tetapi kata Rusdhan, dari pengajuan 9, justru yang disetujui oleh pemerintah pusat untuk formasi tenaga informatika sebanyak 6.

“6 itu dibagi dalam 3 jabatan,” katanya.

Ia menambahkan, saran yang disampaikan oleh anggota dewan tersebut akan menjadi catatan penting bagi BKPSDM Kota Bima untuk dilaksanakan, apabila pada tahun depan Kota Bima mendapatkan jatah perekrutan CPNS.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *