Pol PP Amankan 8 Orang Terduga WTS dan 2 Pria Hidung Belang

Kota Bima, Kahaba.- Setelah mendapatkan laporan masyarakat tentang aktivitas mencurigakan di Losmen Vivi, jajaran Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima menggelar operasi yustisi, Senin siang (25/11) . Hasilnya, 8 orang wanita yang diduga Wanita Tunas Susila (WTS) diamankan bersama 2 orang pria.

Terduga WTS saat diamankan Pol PP. Foto: Eric

Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima M Nor A Madjid menyampaikan, operasi yustisi ini merupakan bagian dari tindaklanjut meminimalisir penyakit sosial masyarakat serta penegakan perda.

“Hasil operasi dibeberapa lokasi, kami berhasil menangkap dan mengamankan 8 WTS dan 2 pria hidung belang di kamar Losmen,” ungkapnya.

Setelah diamankan kata Nor, pihaknya langsung memeriksa dan mengambil keterangan dari 10 orang tersebut. Hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa mereka masing-masing 1 pria warga Kota Bima, 1 pria warga Kabupaten Bima, 1 wanita dari NTT dan 7 wanita Jawa.

“10 orang yang kami amankan ini, ER, YN, SR, AN, WN, AB, JM, SN, MI dan LN. Mereka ini telah kami periksa, dan dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Bila masih terulang, maka kami akan kirim ke panti sosial Budi Rini di Mataram,” katanya.

Nor menjelaskan, seusai pemeriksaan dan dibuatkan surat pernyataan, pihaknya langsung menyerahkan ke Dinas Sosial untuk dibina lebih lanjut.

Sementara itu Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinas Sosial Kota Bima Abdul Haris menambahkan akan melalukan pembinaan dan arahan berdasarkan aturan yang berlaku.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Iman

    Sukses pak Kasat Pol PP, salut bisa berhasil operasi dalam penegakkan Perda, tapi masih ada yang belum tersentuh oleh operasi Pol PP, memanggil pemilik hotel agar bisa mengurai persoalan WT S di Kota Bima. sudah beberapa pemerimtahan sampai pemerintan Lutfer belum mengambil sikap teehadap pemilik hotel. Hotel itu izin usaha x bukan untuk WTS. Pemerintah harus tegas terhadap pemilik hotel. Kalau hanya WT S yang ditangkap tidak akan selesai karena sarana hotel masih tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *