Buka Kegiatan Pelayanan Jamkesda, H Muhidin: Ini Kebutuhan Dasar Kesehatan

Kota Bima, Kahaba.- Guna menyamakan persepsi, pemahaman serta upaya pengembangan kebijakan tentang pelayanan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Tahun 2019 kepada instansi terkait, jajaran Dinas Sosial Kota Bima menggelar kegiatan sosialisasi pelayanan Jamkesda, di Aula Kantor Walikota Bima, Kamis (28/11).

Kegiatan Pelayanan Jamkesda di Aula Kantor Walikota Bima. Foto: Eric

Kepala Dinas Sosial Kota Bima H Muhidin dalam laporannya menyampaikan, sosialisasi pelayanan Jamkesda program Jaminan Kesehatan Nasional Peserta Bebas luran (JKN-PBI) turut diikuti perangkat lurah dan camat se-Kota Bima.

“Sosialisasi ini merupakan program bantuan untuk masyarakat miskin atau tidak mampu di Kota Bima,” ujarnya.

Melalui sosialisasi inipula, pihaknya ingin menjamin peserta yang memperoleh manfaat tentang pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.

“Kami ingin semua masyarakat miskin atau tidak mampu terlindungi dalam sistem asuransi kesehatan, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang layak,” katanya.

Muhidin mengungkapkan, hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yakni terwujudnya upaya membangun sistem perlindungan sosial, khususnya di bidang kesehatan bagi masyarakat miskin.

Sementara itu Assisten II Setda Hj Rini Indriati menambahkan, program JKN-PBI ini bertujuan agar semua mampu terlindungi dalam sistem asuransi kesehatan. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang layak, dalam rangka memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan kepada peserta.

“Melalui kegiatan ini pemerintah terus mendorong peningkatan pelayanan kesehatan, kepada peserta secara menyeluruh, terstandar dengan sistem pengelolaan yang terkendali mutu dan biaya,”  tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *