2019, 14 Warga Positif HIV/AIDS, 4 Orang Meninggal

Kota Bima, Kahaba.- Selama sepuluh tahun terkahir sejak 2009 hingga memasuki penghujung akhir tahun 2019, Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima mendata warga penderita HIV/AIDS sebanyak 70 kasus, 28 orang di antaranya telah meninggal dunia.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dikes Kota Bima Syarifuddin. Foto: Eric

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3L) Dikes Kota Bima Syarifuddin menyampaikan, khusus kasus warga yang terjangkit penyakit mematikan tersebut selama tahun 2019, terdapat 14 kasus HIV/AIDS, 4 orang menderita AIDS.

“Ada beberapa faktor penyebab penularan HIV/AIDS, di antaranya karena seks bebas, jarum suntik dan transfusi darah dengan penderita,” ujarnya, Senin (2/12).

Syarifuddin menuturkan, cara penularan penyakit membahayakan dulu didominasi oleh seks bebas sesama jenis, baik itu sesama pria (gay) dan juga sesama wanita (lesbian). Tapi sekarang muncul kasus HIV/AIDS di dalam rumah tangga (heteroseksual). Salah satu pasangan (suami atau isteri) telah terjangkit penyakit, kemudian menularkannya kepada pasangan.

“Karena faktor ini, anak yang terlahir mengidap virus HIV/AIDS,” katanya.

Guna mencegah penyebaran penyakit tersebut, pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat tentang bahaya dan resiko yang diakibatkan.

Selain itu juga melalukan pengawasan dibeberapa tempat, yang terindikasi temuan warga penderita HIV/AIDS sebelumnya. Lalu kemudian rutin melaksanakan kegiatan pemeriksaan sampel darah, pada beberapa kelompok yang beresiko menularkan penyakit berbahaya ini.

“Bagi masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan sampel darah, pemerintah Kota Bima telah menyiapkan 8 PKM dengan fasilitas lengkap. Di antaranya PKM Jatibaru, Rastim, Paruga, Penanae, Mpunda, Kumbe, Kolo dan RSUD Kota Bima,” sebutnya.

Ia menambahkan, agar tidak mudah tertularnya penyakit HIV/AIDS, pihaknya memberikan saran, bagi pasangan yang ingin menikah agar bisa memeriksakan kondisi kesehatan 6 bulan sebelum hari pernikahan. Ini dilakukan agar setiap pasangan bisa mengetahui kondisi kesehatannya masing-masing.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *