BNN Kabupaten Bima Silahturahmi dengan Media   

Kota Bima, Kahaba.- Jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bima menggelar silahturahmi dengan media, Kamis (5/12) membahas tentang bahaya laten narkoba di Bima. Pertemuan itu juga diharapkan bisa membantu BNN untuk sosialisasi dan ikut serta memberantas bahaya narkoba.

Foto Bersama Jajaran BNN Kabupaten Bima Bersama Insan Pers. Foto: Eric

Kepala BNN Kabupatem Bima Huri Nugroho menyampaikan, partisipasi seluruh elemen masyarakat, terutama media untuk membantu mengedukasi tentang bahaya narkoba, sangat penting. Apalagi narkoba sudah menjalar disetiap lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

“Sinergitas antara BNN dengan media sangat penting, untuk mengedukasi betapa berbahayanya narkoba,” ujarnya.

Huri juga menekankan, BNN hanya bagian dari kerja bersama seluruh pihak. Jika polisi memiliki tugas memberantas dan memangkas peredaran narkoba, BNN justeru sebagai lembaga yang lebih mengedepankan pencegahan, yang didasari edukasi lewat sosialisasi.

Sementara itu Plh Kasi P2M Ardiansyah menjelaskan, seksi P2M sudah melakukan sosialisasi hampir seluruh pelosok dan desa yang ada di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu. Terjauh daerah yang dilakukan sosialisasi, di Tambora.

“Untuk menunjang program ini, kami telah membuat MoU dengan beberapa instansi  pemerintah, seperti BPBD dan instansi lainnya. Agar sosialisasi bahaya narkoba bisa disampaikan ke masyarakat,” katanya.

Di tempat yang sama, Kasubbag Umum BNNK Bima Fery Priyanto mengungkapkan, saat ini Indonesia darurat narkoba. Sehingga keluar surat edaran Menpan harus melaksanakan tes urine, sosialisasi minimal internal, membuat regulasi dan membuat satgas anti narkoba.

“Makna surat edaran Menpan itu sebagai perpanjangan tangan BNN dalam memerangi narkoba,” jelasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *