Dispar Kabupaten Bima Adakan Workshop Fotografi

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bima mengadakan kegiatan Workshop Fotografi Tahun 2019 di Museum ASI Bima, Senin (9/12). Kegiatan yang dihadiri puluhan peserta itu menghadirkan pemateri yang menguasai bidangnya masing masing Awaluddin Tahir dan Jack Firman.

Workshop Fotografi yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Bima. Foto: Bin

Kabid promosi dan Pemasaran Abdul Haris dalam laporannya menyampaikan, digelarnya Workshop Fotografi ini sebagai bagian dari upaya memberikan pengetahuan secara praktis dan teoritis kepada peserta, agar bisa memahami bagaimana menggunakan kamera, serta mendapatkan gambar atau potret yang
memberikan makna pemberian pesan yang lebih efektif dalam setiap informasi yang akan disampaikan oleh seorang Fotografer.

“Dari kegiatan ini kita akan mengulas tentang
sejarah awal mulanya fotografi, pengertian fotografi, anatomi kamera, pencahayaan, serta proses dan teknik pengambilan gambar terutama objek-objek wisata potensial yang ada di Kabupaten Bima,” jelasnya.

Kata Haris, dengan kegiatan ini dapat memberi bekal dan kemampuan teknik dan artistik dalam memotret diberbagai kondisi dengan baik. Dengan demikian, adanya kegiatan ini para peserta bisa menjadi bibit motivasi untuk mau memulai mengabadikan setiap momen yang ada.

Ia menambahkan, peserta kegiatan ini dari masyarakat umum yang menyukai fotografi dan puluhan siswa – siswi SMA. Semoga peserta yang hadir ini bisa menjadi seorang fotografer yang benar – benar memahami tentang fotografi dan menghasilkan karya yang lebih baik dalam berbagai kondisi pemotretan.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima Dahlan H Muhammad mengaku ini menjadi moment yang membanggakan. Bagaimana tidak, karena peserta yang hadir ini akan banyak menggali tentang ilmu fotografi dari para ahli dan bisa mulai menghasilkan karya fotografi yang maksimal.

Menurut dia, bicara fotografi maka tidak bisa dilepaskan dari sektor pariwisata. Keberadaannya pun sangat mendukung sektor tersebut. Karena sebelum orang mulai melihat obyek wisata, biasanya lebih dulu melihat hasil karya para fotografer.

“Hasil karya para fotografer itu sangat menakjubkan. Mereka bisa mengatur kondisi asli suatu obyek menjadi sangat indah,” pujinya.

Maka melalui kesempatan ini, dirinya berharap para peserta yang hadir bisa memanfaatkan moment ini dengan sebaik – baiknya. Gali semua ilmu fotografi pada pemateri dengan maksimal. Sebab, begitu terhampar banyak destinasi wisata di Bima yang perlu dieksplor dan harus diketahui oleh semua orang.

Dahlan juga mengakui, untuk mengembangkan destinasi wisata pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran dan dukungan para fotografer juga sangat penting. Karena dari 18 kecamatan dan 191 desa di Kabupaten Bima, banyak sektor itu yang masing – masing memiliki potensi untuk dikembangkan dengan maksimal.

Dahlan menambahkan, kegiatan serupa juga akan terus dilakukan pada tahun – tahun mendatang. Dirinya pun berkeinginan agar jumlah peserta yang bisa ikut lebih banyak.

“Agar Bima sebagai daerah transit dan dikelilingi sejumlah destinasi wisata dunia ini, dari hasil karya para fotografer, keindahan alamnya bisa lebih dikenal secara luas,” inginnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *