Mitan Langka dan Mahal, Emak-Emak Minta Dewan Cari Solusi 

Kota Bima, Kahaba.- Minyak tanah (Mitan) kini susah didapat, harganya pun terbilang sangat mahal. Ibu – ibu di Kota Bima merasakan betul kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar tersebut, apalagi ditambah warga yang belum bisa menerima kehadiran Gas LPG, sebagai pengganti Mitan.

Emak-emak saat bercerita soal kelangkaan dan mahalnya Mitan. Foto: Bin

Seperti yang dialami 2 orang ibu-ibu dari Kelurahan Nae Kota Bima. Kamis (12/12) siang, para pedagang bakulan itu mendatangi kantor DPRD Kota Bima. Menyampaikan soal mahal dan langkanya Mitan beberapa bulan terakhir.

Kedatangan ibu-ibu tersebut diterima oleh Wakil Ketua DPRD, Syamsurih di ruangannya. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Suharti menyampaikan kondisi Mitan yang langka dan harga yang melonjak tinggi.

“Mitan saat ini sangat sulit didapat. Kami yang usaha pembuatan jajanan susah. Modal habis untuk beli Mitan. Setiap hari harus beli minyak seharga Rp 30 ribu perbotol,” keluhnya.

Di sisi lain, usaha jajanan mereka hanya usaha kecil-kecilan, yang untungnya tidak seberapa. Malah keuntungan ini habis untuk membeli Mitan.

“Modal habis untuk beli minyak tanah. Makanya kami datangi bapak dewan agar harga minyak tanah tidak mahal-mahal dijualnya,” harap Suharti.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih memanggil sejumlah anggota Komisi II, yang membidangi ekonomi. Menyarankan agar mengundang Dinas terkait seperti Koperindag, Bagian Ekonomi, agar mencari tahu dan solusi terhadap masalah tersebut.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *