Reses di Ule, Warga: 12 Tahun Aspirasi Drainase Belum Juga Ada Realisasi

Kota Bima, Kahaba.- Di awal pekan ini Anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota melanjutkan jaring aspirasi melalui reses masa sidang ketiga tahun 2019, di Lingkungan Tolotongga Kelurahan Ule Kota Bima.

Anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota saat reses di Lingkungan Tolotongga Kelurahan Ule. Foto: Bin

Lurah Ule Nahyar Mungkar saat sambutan menyampaikan, kelurahan Ule sangat tertinggal pembangunannya dibanding kelurahan lain. Sebab, kelurahan Ule juga kelurahan yang sangat baru dibentuk, sehingga masih minim perhatian.

“Bahkan kami juga belum memiliki Kantor Lurah Ule,” ungkapnya.

Maka melalui kesempatan ini, dirinya sangat berharap para wakil rakyat di Dapil Asakota bisa benar-benar memperjuangkan aspirasi masyarakat yang bersifat skala prioritas. Agar Kelurahan Ule benar – benar disentuh, terutama dari sektor infrastruktur.

“Agar kita juga bisa mengejar ketertinggalan,” harapnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Bima Hj Anggriani saat sambutan singkatnya meminta agar masyarakat menyampaikan kebutuhan yang sangat diprioritaskan di tengah – tengah masyarakat. Agar bisa diperjuangkan dan direalisasikan pada tahun – tahun anggaran mendatang.

Saat sesi penyampaian aspirasi, warga setempat Jufri menyorot kinerja para wakil rakyat tersebut. Sebab, sudah 12 tahun mereka menunggu realisasi aspirasi soal drainase di Lingkungan Mekar Baru. Setiap kali reses dihelat di sekitar lingkungan tersebut, acapkali disampaikan, namun tak pernah diwujudkan.

“Sudah 2 periode aspirasi tentang drainase ini. Di Lingkungan Mekar Baru jika musim hujan selalu digenangi air. Kita minta dibuatkan drainase induk, sampai hari ini belum juga terealisasi,” ungkapnya.

Melalui kesempatan yang kesekian kalinya ini, Jufri kembali berharap agar pemerintah bisa melihat kondisi di lingkungan tersebut. Apalagi ditambah saat ini sudah mulai hujan, maka banjir tetap menjadi ancaman bagi warga setempat.

“Kalau bisa mohon 5 anggota dewan turun langsung ke Lingkungan Mekar Baru, agar melihat kondisi lapangan,” harapnya.

Di tempat yang sama, warga yang lain Ghazali, juga meminta agar drainase dibeberapa lingkungan setempat diperbaiki. Karena tidak ada pembuangan jika hujan turun. Selama ini, hanya semangat gotong royong yang menyelesaikan masalah tersebut, tapi hanya sementara, karena solusinya hanya dibuatkan drainase.

“Kami juga menanti puskesmas, kira kira kapan bisa direalisasikan. Karena ini juga menyangkut kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Ikbal Tanjung, warga tersebut juga mengungkapkan masalah sampah. Klasik memang, tapi penanganan dari pemerintah belum maksimal. Ditambah lagi masih kurangnya kesadaran masyarakat.

“Kami membutuhkan bak sampah, mohon ini menjadi atensi serius,” pintanya.

Selain itu, dirinya juga meminta dewan memperhatikan soal wabah anjing gila, karena juga menjadi ancaman. Sudah banyak warga yang menjadi korban gigitan anjing tersebut.

Menjawab sejumlah aspirasi tersebut, anggota dewan Syamsuddin berjanji jika mereka berlima akan bergandengan tangan untuk mencoba memperjuangkan aspirasi ini. Kendati tidak semua aspirasi itu tidak dipenuhi.

Bicara masalah puskesmas, ini memang menjadi skala prioritas. Karena pelayanan dasar, maka akan dikomunikasikan dan disampaikan ke pemerintah eksekutif. Lalu soal sampah, diakuinya memang sering dikeluhkan, dan akan diupayakan sesuai dengan ketersediaan anggaran daerah.

“Soal rabies, akan dibicarakan dengan dinas terkait, kami akan terus mendorong agar bisa melakukannya dengan maksimal” ucapnya.

Anggota dewan yang lain Khalid, menjawab soal drainase di Lingkungan Mekar Baru. Diakuinya memang sejak dulu disampaikan, namun belum juga direalisasikan karena terkendala kondisi jembatan yang tinggi. Sehingga menyulitkan untuk mengatur pembuangan air.

Lalu wakil rakyat Sukri mengungkapkan jika drainase tersebut sudah masuk pada APBD tahun 2020. Hanya saja akan diatur oleh tim teknis untuk menentukan arus air drainase tersebut.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *