oleh

Tak Nyaman Bekerja Karena Arogansi Pimpinan, Pegawai BNNK Bima Undur Diri

-Kabar Bima-48 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Sejumlah pegawai Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bima memilih untuk undur diri, karena merasa tidak nyaman bekerja dengan sikap arogansi pimpinan setempat.

Kepala BNNK Bima Hurri Nugroho saat menyampaikan klarifikasi soal tuduhan mantan pegawainya. Foto: Eric

Salah seorang pegawai kontrak BNNK Bima yang undur diri Imam Arif Cahyadin kepada sejumlah media mengungkapkan, setelah dirinya mendapat perlakuan tidak enak dari pimpinannya, ia memilih untuk mengajukan surat pengunduran diri.

“Tadi pagi saya ajukan surat undur diri. Saya tidak terima sikap pimpinan yang memarahi saya di depan orang banyak. Seandainya saya panggil dan marahi di ruangannya, saya bisa terima,” katanya, Selasa (17/12).

Kata Imam, ia dimarahi lantaran tidak memberikan laporan kegiatan saat mengantar pasien yang direhabilitasi di Bogor. Padahal laporan tetap dia sampaikan ke group WA BNNK Bima. kendati laporan itu tidak wajib.

“Saya dibilang goblok dan macam – macam di depan orang banyak,” ungkapnya.

Karena menyangkut masalah harga diri, tentu Imam merasa tidak tidak terima dan membutuskan untuk berhenti bekerja di lembaga tersebut.

Demikian juga disampaikan Hairul, pegawai setempat. Ia juga mengundurkan diri karena sudah tidak nyaman lagi bekerja dengan atasannya itu.

“Saya dimarahi terus tanpa alasan yang jela,” tuturnya.

Fitrah, security setempat juga sudah diputuskan kontrak kerjanya. Pria itu justru pernah ditampar karena loncat pagar. Waktu itu, dirinya datang hendak membuat lamaran baru untuk perpanjang kontrak. Tapi karena di depan kantor sedang ada apel pagi, maka dirinya loncat pagar di belakang.

“Saya mengaku salah,  tapi saya sesalkan kenapa tidak menanyakan alasan kenapa saya loncat pagar. Ini langsung ditampar 2 kali,” terang Fitrah.

Di tempat terpisah, Kepala BNNK Bima AKBP Hurri Nugroho membantah semua tuduhan itu. Ia mengklaim semua tindakan yang dilakukannya sesuai SOP.

“Kalau Imam saya marahi, karena dia bekerja tidak sesuai SOP. Apalagi dia berangkat membawa pasien yang direhab tidak ada Sprin. Jadi, di kantor ini semua pekerjaan harus sesuai SOP,” katanya.

Hurri mengaku, Imam sebenarnya ia mau pertahankan. Karena kontraknya mau habis, maka akan dialihkan jadi Security. Sebab, untuk tenaga kontrak kewenangannya ada pada pimpinan.

Sementara masalah Fitrah, menurutnya sudah tidak lagi layak dipertahankan. Karena sudah banyak melakukan kesalahan dan meninggalkan tugas.

“Kalau masalah tampar itu sebenarnya hukuman. karena dia loncat pagar tanpa alasan jelas,” ucapnya.

Lalu untuk Hairul, menurut Hurri, yang bersangkutan memang mengundurkan diri karena tidak mampu menyelesaikan tugas, sementara dirinya dikejar waktu.

Namun Hurri kembali menegaskan, intinya semua kegiatan di BNNK Bima harus sesuai SOP. Ia tidak ingin kejadian di daerah lain yang sampai kepala BNN dicopot, juga terjadi di BNNK Bima.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru