Petugas Damkar Pekerja Keras, Urusan Saluran Tersumbat pun Beres

Kota Bima, Kahaba.- Sejak Bidang Damkar dan Linmas Kota Bima dipegang Sugiarto, tidak saja urusan bertugas untuk memadamkan api saat kebakaran yang berjalan baik. Urusan – urusan lain di luar kewenangan mereka pun dibuat beres.

Petugas Damkar saat membersihkan saluran tersumbat. Foto: Ist

Seperti warga yang membutuhkan air bersih, dengan sigap personil setempat mendistribusikan kebutuhan vital warga tersebut menggunakan mobil pemadam kebakaran. Tentu saja masyarakat senang dan sangat terbantu.

Demikian juga urusan menyiram tanaman disejumlah taman di Kota Bima. Setiap sore dan malam hari, petugas Damkar terlihat berada di lapangan dan intens menyiram tanaman bunga, seperti di taman Amahami. Belum lagi sejumlah pekerjaan lain di luar tupoksi mereka, seperti aksi tanam pohon dibeberapa titik taman Amahami dan membabat ranting-ranting pohon yang menjalar di jaringan listrik akibat angin kencang.

Yang terbaru juga dilakukan Damkar yakni menangani genangan air akibat saluran tersumbat. Beberapa ruas jalan di Kota Bima, salah satunya di belakang kantor Walikota Bima sering digenangi air. Namun semua tuntas setelah ditangani petugas Damkar.

Sugiarto, Kabid Damkar yang ditanya sejumlah pekerja media tak mau berkomentar banyak. Soal apa yang dikerjakan merupakan bentuk pengabdian terhadap masyarakat.

“Kami ikhlas saja bekerja. Soal apa yang sudah kami lakukan biar masyarakat yang menilai,” ungkapnya, Rabu (18/12).

Namun ia menegaskan, kendati hanya memiliki tupoksi melakukan pemadaman kebakaran. Tapi masih banyak yang bisa dilakukan personilnya. Karena jika tidak dikerjakan, maka siapa yang akan melakukannya. Sementara personilnya bisa untuk melakukan itu.

“Intinya kalau urusan kerja, kami siap,” tegasnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *