oleh

Pilkades di Kecamatan Belo Aman, Bantah Asumsi Daerah Rawan Konflik

-Kabar Bima-18 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Anggapan jika wilayah Kecamatan Belo daerah rawan konflik saat Pilkades, terbantahkan. Itu dibuktikan dengan pelaksanaan pesta demokrasi 6 tahunan itu yang berjalan aman dan lancar.

Camat Kecamatan Belo Bambang Setiawan. Foto: Ahyar

Camat Belo Bambang Setiawan mengatakan, dari 82 desa yang menggelar Pilkades serentak di Kabupaten Bima, 3 di antaranya yakni Desa Ngali, Diha dan Ncera menjadi desa yang berada di wilayah Kecamatan Belo. Saat pelaksanaan Pilkades pada tanggal 16 Desember lalu, di 3 desa tersebut tidak ada kendala yang berarti dan berjalan aman.

“Alhamdulillah semuanya berjalan aman, damai dan sukses tanpa ada kendala yang berarti,” katanya, kemarin.

Meskipun ada dinamika-dinamika kecil diakuinya hal yang lazim dalam pesta demokrasi. Karena banyak pihak yang terlibat dan bersentuhan langsung dengan banyak masyarakat.

Menurut dia, hal itu mampu dilakukan berkat kerjasama yang baik panitia, pemerintah desa dan pengawas dari kecamatan serta seluruh elemen tokoh masyarakat, lebih-lebih BPD selaku penyelenggara kegiatan Pilkades yang selalu mengawal dengan baik.

“Asumsi orang Pilkades di Kecamatan Belo berpotensi konflik yang sangat besar. Tapi itu berhasil kami tepis,” ucapnya.

Menurut Camat, warga Kecamatan Belo merupakan orang yang ramah-ramah, baik dan suka bergotong royong. Kebersamaan sangat kuat dan pusat intelektual.

“Pilkades tahun ini cukup membuktikan bahwa asumsi orang di luar Belo mengenai wilayah zona merah terbantahkan,” pungkasnya.

Dia membeberkan, Pilkades Ngali yang jumlah DPT mencapai 5 ribu lebih tidak bisa dilakukan sehari. Sehingga ada penambahan waktu 2 hari lebih. Itu sudah sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.

Semua tahapan pun dilakukan dengan baik dan dibuatkan berita acara kesepakatan yang dihadiri oleh BPD bahkan pengawas kecamatan.

Pilkades di Kecamatan Belo kali ini sambungnya, menjadi patron kecamatan-kecamatan lain, dan bisa menjadi contoh bagi Desa Roka dan Soki yang akan menggelar Pilkades pada gelombang ke III nanti.

Hal lain yang patut diapresiasi adalah, kekompakan dan netralitas panitia. Jika ada panitia yang dekat dengan salah satu calon itu adalah hal yang lumrah. Tapi mereka tetap menjunjung tinggi netralitas sebagai panitia dan bekerja profesional.

Dia menyampaikan terimakasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima, Muspika yang selalu memberikan bimbingan dan arahan sehingga Pilkades ini benar benar jalan sesuai aturan. Juga kepada pihak keamanan, TNI, Polri dan Pol PP yang selalu siap dan sigap amankan proses Pilkades sampai selesai.

“Bahkan sampai hari ini TNI dan Polisi masih melakukan tugasnya dalam rangka menyatukan kembali suasana warga yang berkotak-kotak saat Pilkades agar kembali cair dan bersatu,” katanya.

Camat mengimbau kepada Kades terpilih agar mendatangi dan silaturahmi dengan Cakades lain untuk mencairkan suasana pasca Pilkades.

*Kahaba-C09

Komentar

Kabar Terbaru