BNI Penyalur KUR Terbaik se-Indonesia, BNI Bima Tertinggi di Bali Nusra

Kabupaten Dompu, Kahaba.- BNI baru – baru ini mendapat penghargaan sebagai penyalur KUR terbaik se-Indonesia. Tentu saja, prestasi itu begitu membanggakan seluruh jajaran bank tersebut. Bagaimana tidak, karea KUR yang sejatinya sebagai upaya pemberdayaan para pelaku UMKM itu bisa meningatkan kesejahteraan para penerima manfaat.

Pemimpin BNI Cabang Bima H Muhammad Amir saat menyampaikan sambutan pada acara penyerahan secara simbolis asuransi Jasindo. Foto: Yadien

Pemimpin BNI Cabang Bima H Muhammad Amir pun mengakui itu. Saat menyampaikan sambutan pada acara penyerahan secara simbolis polis asuransi jagung untuk para petani di Kabupaten Dompu, Minggu (22/12), ia mengungkapkan, yang begitu membanggakan yakni BNI Cabang Bima merupakan penyalur KUR tertinggi se-Bali Nusra.

Menurut Amir, prestasi yang sudah ditorehkan BNI itu tidak akan ada apa-apanya, jika tanpa dukungan dari masyarakat Bima dan Dompu, terutama para petani.

“Maka sepatutnyalah prestasi itu juga kami berikan kepada para petani,” katanya.

Karena adanya peran dari para petani jagung Bima dan Dompu dalam sukseskan program KUR BNI, maka sekitar Rp 20 triliun KUR ditargetkan penyalurannya oleh pemerintah kepada bank tersebut.

“BNI diberi target segitu banyak, karena dana itu bukan anggaran dari pemerintah, tapi dari dana bank. Hanya saja, polanya beban bunga 7 persen itu diberikan kepada petani, 9,5 persennya menjadi beban pemerintah,” terang Amir.

Pada kesempatan itu, pria murah senyum tersebut mengabarkan berita gembira kepada para petani.

Bahwa dari Kementerian perekonomian, akan menempatkan dana di BNI Bima sebanyak Rp 240 miliar. Dana dimaksud tentu akan diekspansi untuk program KUR. Ia pun menargetkan, pada tahun 2020 nanti untuk penyaluran KUR di BNI sebanyak Rp 250 miliar.

“Dengan demikian, saya merasa yakin dan Insya Allah, semoga saja apa yang dilakukan hari ini, dan juga yang akan datang, akan mendapatkan ridho dari Allah SWT,” ucapnya.

Di hadapan para petani setempat, Amir juga mengungkapkan, ada semboyan baru, khususnya dari BNI, terhadap perhatian yang begitu besar untuk para petani. Semboyan tersebut ‘Mari Kita Melepaskan Dasi untuk Mensejahterakan Petani’.

Jika mungkin selama ini di dalam benak masyarakat adalah pegawai bank merupakan pegawai yang parlente, sesungguhnya itu adalah masa lalu. Namun, seorang banker yang sesungguhnya adalah yang mampu mensejahterakan para petani.

“Banker itu yang mampu merubah keadaan para petani bisa lebih sejahtera,” tegasnya.

Sesungguhnya, tugas mereka yang ada di bank bukan semata-mata mengumpulkan dana yang ada di masyarakat, kemudian melemparkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Tetapi, ketika memberikan kredit, juga perlu dilakukan pengawalan yang betul-betul maksimal. Sehingga mendapatkan manfaat dan guna, untuk meningkatkan sejahteraan sektor usaha tersebut.

Amir juga menambahkan, bicara soal KUR, pada tahun 2020 nanti pemerintah sudah menurunkan dari 7 persen menjadi 6 persen. Sementara maksimalnya KUR mikro itu dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta. Dengan adanya kebijakan ini, ia menginginkan para petani tidak hanya berusaha pada satu jenis. Selain jagung atau padi, bisa didiversifikasi dengan ternak.

“Jadi kalau ambil KUR sebanyak Rp 50 juta, bisa dibagi. Rp 25 juta untuk tanam jagung, Rp 25 juta digunakan untuk ternak,” jelasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *