oleh

APAR Hanya Jadi Barang Pajangan, Pemkot tak Punya Anggaran untuk Isi Ulang

-Kabar Bima-4 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- 5 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis busa (Foam) yang ditempatkan di kantor Walikota Bima ternyata sudah 1 tahun belum diganti (kadaluarsa).

Pegawai Damkar menunjukan APAR jenis Foam yang pernah diisi ulang. Foto: Eric

Hal ini terlihat saat jajaran Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima melihat dan memeriksa kondisi tabung APAR tersebut, yang sudah terlihat sangat ringan sekali.

Kabid Damkar dan Linmas Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima Sugiarto menyampaikan, pihaknya telah mengusulkan kepada Bagian Umum Setda untuk segera melalukan isi ulang. Agar bisa siap siaga bila terjadi hal yang tidak di inginkan.

“3 bulan lalu sudah kami usulkan untuk diisi, namun ternyata setelah di cek isinya masih kosong,” ujarnya Senin (23/12).

Padahal kata Sugiarto, tabung gas tersebut sangat penting sekali dalam penanganan bila terjadi kebakaran. Sebab APAR merupakan upaya penanganan pertama, sebelum mobil pemadam sampai di lokasi.

Untuk itu pihaknya telah meminta kepada bagian umum setda untuk mengisi, karena sangat membantu tim pemadam sejak awal bila terjadi kebakaran.

“Kami Damkar siap bekerja 24 jam, namun alangkah baiknya bila upaya pencegahan terlebih dahulu dilakukan. Bukannya penanganan bila kebakaran terjadi,” katanya.

Sementara itu Kabag Umum Setda Kota Bima Muzamil mengaku tabung APAR tersebut belum pernah terisi, karena terkendala biaya operasional.

“Jangankan di tahun 2019, pada tahun 2020 juga anggaran pengisian gas busa (foam) tidak tercover. Jadi akan selalu kosong,” bebernya.

Ketika ditanyakan berapa nilai nominal untuk mengisi gas tersebut, Muzamil mengungkapkan tidak terlalu mahal.

“Untuk mengisi 1 tabung gas sekitar Rp 500 ribu,” sebutnya.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru