oleh

Kisruh Kepemimpinan Gerindra, Abuya Diminta Tidak Keluarkan Penyataan Membuat Gaduh

-Kabar Bima-31 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kisruh kepemimpinan di DPC Partai Gerindra Kabupaten Bima belakangan ini cukup santer dibahas. Bahkan, baru-baru ini ramai pernyataan salah satu anggota DPR RI Dapil Pulau Sumbawa Duta Partai Gerindra H Jainul Arifin.

Humas DPC Gerindra Ashar S Yaman. Foto: Yadien

Pernyataan pria yang biasa disapa Abuya itu, Sulaiman menjadi ketua DPC Gerindra. Bahkan sebelumnya, juga ramai dibahas jika Wakil Bupati Bima H Dahlan M Nur juga akan menahkodai partai besutan Prabowo Subianto itu.

Dinamika kepengurusan partai berlambang kepala garuda itu pun dinilai banyak pihak, akan memecah belah internal kepengurusan DPC Gerindra Kabupaten Bima.

Menanggapi hal itu, Humas DPC Gerindra Ashar S Yaman mengatakan, kondisi itu merupakan hal yang biasa dalam tubuh organisasi. Namun semuanya akan melahirkan solusi untuk membangun dan membesarkan partai.

“Hanya dinamika biasa. Saya kira organisasi manapun pasti punya dinamika masing-masing,” katanya, Senin (23/12).

Menurut dia, kepemimpinan dalam organisasi itu harus memiliki legitimasi. Antara lain, memiliki SK kepengurusan, dilantik dan mendapat dukungan dari arus bawah partai, PAC-PAC  dan anak ranting. Secara legitimasi politik organisasi, SK DPC masih dipegang H Syamsudin.

“PAC 18 kecamatan secara aklamasi memberi dukungan kepada H Syamsuddin untuk kembali memimpin partai. Saya kira itu sudah legitimate secara konstitusi partai,” terangnya.

Kemudian kata Ashar, penyataan H Zainul Arifin bahwa Sulaiman adalah Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bima menggantikan H Syamsudin, dianggap tidak mendasar, subjektif dan tendensius. Sebab, meski anggota DPR RI dari Partai Gerindra, tetapi tidak punya kapasitas mencampuri urusan internal Partai Gerindra, apalagi Abuya bukan kader partai.

Ia memyarankan agar Abuya fokus saja sebagai anggota DPR RI dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Pulau Sumbawa, tidak perlu mengeluarkan pernyataan yang kontra produktif, apalagi menyangkut soliditas intenal Partai Gerindra.

“Jangan karena punya jabatan politik sebagai anggota DPR RI kemudian membuat pernyataan yang bikin gaduh Gerindra Kabupaten Bima,” ketusnya.

Ashar berharap, soliditas kader dan pengurus Partai Gerindra tidak terpengaruh oleh dinamika yang sedang terjadi. Karena spirit berorganisasi apalagi organisasi politik, persatuan adalah sumber kekuatan.

Dirinya menegaskan, H Syamsudin tetap memimpin Partai Gerindra. Pasalnya, ia punya legalitas, punya prestasi yang luar biasa dalam membangun partai, secara sejarah ia pendiri partai Gerindra Kabupaten Bima. Secara kebudayaan juga, dia mantan Kopasus, dan di NTB Pimpinan Gerindra hanya dia yang punya latar belakang Kopasus.

Tidak hanya itu, Ashar bahkan yakin jika H Syamsudin akan mendapat restu dari DPP Gerindra menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati Bima pada Pilkada 2020.

*Kahaba-10

Komentar

Kabar Terbaru