oleh

Kesal Pupuk Langka, Penjarahan Pun Terjadi di Donggobolo

-Kabar Bima-43 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sejumlah petani Desa Donggobolo Kecamatan Woha Kabupaten Bima menjarah pupuk bersubsidi yang diangkut truk dengan nomor polisi DK 8101SB, yang melintas di jalan utama Desa setempat, Jumat siang (10/1).

Penjarahan pupuk di Desa Donggobolo. Foto: Ist

Pupuk tersebut berasal dari gudang distributor yang akan dibawa ke salah satu pengecer di Desa Dore Kecamatan Palibelo.

Petani yang sejak pagi sudah berkumpul di cabang desa setempat hendak menunggu pupuk jatah 2 pengecer yang akan datang sekitar pukul 10.00 Wita.

“Kemarin batal datang, karena distributor tidak mendistribusikan untuk Donggobolo, sehingga kepastian dari pengecer akan dijadwalkan hari Jumat,” ujar Ahmad, warga desa setempat.

Kata dia, di desa setempat ada 2 pengecer. Masing-masing pengecer mendapat jatah 2 truk pupuk subsidi.

Warga lain, Aan mengatakan, kebutuhan pupuk petani warga setempat sangat tinggi. Pasalnya, saat ini warga sudah menanam, dikhawatirkan tanaman mereka rusak akibat tidak dipupuk.

“Sebenarnya sudah waktunya dipupuk, tapi mau bagaimana, persediaan pupuk di pengecer tidak ada. Kami harus rebutan seperti ini,” jelasnya.

Warga yang sejak pagi berkumpul di Cabang Donggobolo mendapat pengawalan beberapa TNI dari Koramil Woh, termasuk Babinsa dan Babinkantibmas.

Pupuk untuk pengecer Aisyah Desa Donggobolo yang seharunya 2 truk, namun yang datang hanya 1 truk, dan langsung ditahan oleh petani di cabang Desa Donggobolo. Sejumlah petani langsung menaiki mobil yang sedang melaju, sambil menurunkan pupuk hingga berserakan di jalan.

Tidak hanya itu, truk pengangkut pupuk lain yang sudah ditutup menggunakan tarpal juga ditahan oleh petani. Mereka lalu kembali menjarah pupuk yang seharusnya akan dibawa ke pengecer di Desa Dore Kecamatan Palibelo.

Sopir yang mengendarai truk tidak mampu menghalau warga yang sudah menyerbu mobil yang mengangkut pupuk bersubsidi itu. Bahkan anggota TNI yang ada di lokasi tidak bisa berbuat banyak.

*Kahaba-10

Komentar

Kabar Terbaru