Cek Proyek Taman Kodo, Dewan: Itu Pekerjaan Baru Sekitar 65 Persen

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima dari Komisi III turun mengecek langsung pekerjaan Taman Kodo, Senin siang (13/1). Hasil pantauan dewan, progres pekerjaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) itu belum terlihat mencapai 91 persen, seperti yang disebutkan Bagian APP Setda Kota Bima.

Kondisi pekerjaan proyek Taman Kodo. Foto: Bin

Para wakil rakyat turun dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III Khalid Bin Walid bersama sejumlah anggota. On the Spot tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi pekerjaan, setelah disebutkan Taman Kodo merupakan salah satu proyek yang tidak tuntas dikerjakan hingga akhir tahun 2019. (Baca. Ini Proyek di Kota Bima yang Tidak Selesai Dikerjakan Tahun 2019)

Anggota Komisi III Edy Ikhwansyah saat melihat pembangunan taman tersebut mempertanyakan  cara teknis menghitung PPK. Pasalnya, yang ia lihat pekerjaan itu belum mencapai 92 persen. Karena masih banyak sisi yang belum dirampungkan.

“Secara kasat mata saja orang sudah bisa melihat berapa progres pekerjaan ini, bukan 92 persen. Justru saya lihat baru 65 persen,” sebutnya.

Menurut Duta PPP itu, banyak fisik pekerjaan tersebut yang belum beres. Penambahan asesoris bunga juga belum ada apa-apa, padahal itu bagian dari hitungan progres di atas 90-an persen.

“Tapi kita lihat nanti PPK yang katanya mau datang, kita dengarkan secara bersama – sama penjelasan secara teknis mereka, bagaimana cara hitung hingga mencapai 92 persen,” ujar Ogo – sapaan akrabnya.

Di tempat yang sama, pelaksana pekerjaan Sahrul Sani mengakui hingga saat ini pekerjaan masih tetap dilaksanakan, bahkan pekerjaan lembur untuk menyelesaikannya.

Kondisi pekerjaan proyek Taman Kodo. Foto: Bin

“Waktu perpanjang 50 hari atau hingga tanggal 10 Februari 2020. Insya Allah kita mampu kejar dan selesaikan,” katanya.

Diakui Sahrul, sebelum diperpanjang selama 50 hari, per tanggal 26 Desember 2019 perhitungan semua progres pekerjaan sebanyak 91 persen. Saat ini, tinggal menyelesaikan pekerjaan finishing, seperti pasang paving.

“Volume terbesar pekerjaan itu yakni tanah, pasangan batu dan paving,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Bima Khalid Bin Walid yang ia lihat pekerjaan sudah mencapai 90 persen, tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan akhir.

“Kita tidak tahu cara perhitungan teknisnya, makanya kita akan panggil ke kantor, nanti kita tunggu penjelasan mereka,” terang Khalid.

Dari lokasi, hampir 1 jam para wakil rakyat menunggu kedatangan PPK proyek tersebut. Namun hingga pukul 13.00 Wita, PPK tak kunjung hadir. Anggota dewan akhirnya beranjak pulang dan akan mengundang PPK untuk klarifikasi.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. HM.Husen

    Mantap Komisi III sudah sampai dilokasi proyek Taman kodo, sayang PPK berhalangan hadir. hanya saja ada cara pandang penyelesaian ketua komisi dan anggota komisi berbedam. Kalau anggota Komisi yang terhormat bapak Edy Ilhwansyah proyek baru sekitar 65 porsen sedangkan pak Halid 90 porsen, dengan demikian memang perlu diundang PKK x. agar dalam melihat proyek oleh anggota DPRD khusus x komisi terkait tidak terlalu melampaui jauh. karena angka 90 poren dengan 65poren angka yang cukup vantastis utk penilain sebuah proyek. Tapi pada Prinsip x DPRD sudah melaksanakan tugas x.

  2. Armansyaharman

    Sebaiknya untuk menghitung progres kerja TDK dilakukan di atas meja DRP..PAdukan RAB dengan kemajuan fisik yg ada di lapangan, panggil konsultan pengawas lapangan serta pihak pengawas PU dan PPK…hitung sama2 item per item dlm RAB…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *