Dewan: H Sudirman Harus Legowo Mengundurkan Diri

Kota Bima, Kahaba.- Sorotan warga Kelurahan Penaraga yang disampaikan Ketua Yayasan Islam Bima, terkait tidak transparannya mengelola angaran Masjid Baitul Hamid mendapat tanggapan dari wakil rakyat. (Baca. Sorot Tidak Transparan Kelola Anggaran Masjid Baitul Hamid, Warga Mengadu ke Yayasan Islam)

Anggota DPRD Kota Bima Muhammad Irfan. Foto: IstIrfan

Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Muhammad Irfan menyampaikan, sorotan dari masyarakat itu menjadi sinyal awal bagi ketua pengurus Masjid Baitul Hamid beserta jajaran untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja.

“Karena pengurus masjid itu di bawah naungan Yayasan Islam Bima, maka kami meminta kepada pihak yayasan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut,” uiarnya, Rabu (15/1).

Irfan menuturkan, berdasarkan aturan kepengurusan pengurus Masjid tersebut dipilih berdasarkan anggota takmil atau pengurus yang ada. Apabila ada sorotan tidak transparannya penggunaan anggaran, tentu akan mempengaruhi situasi dan kondisi masjid.

“Karena ini sudah muncul di publik, maka kami sarankan dan harapkan kepada ketua pengurus H Sudirman yang menjabat saat ini mengundurkan diri saja,” sarannya.

Duta PKB itu menambahkan, agar polemik bisa dapat diselesaikan dengan baik. Wakil rakyat itu meminta kepada Yayasan Islam Bima untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat. Terutama melihat dan mengecek langsung fisik pekerjaan, berdasarkan laporan pertanggung jawaban pengurus masjid.

“Semoga masalah ini bisa diselesaikan dan dicarikan solusi secara bersama, agar pengurus masjid bersama masyarakat dapat saling percaya dan melaksanakan ibadah dengan khusuk,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Iman

    Sebaik x urusan internal masjid diselesaikan kedalam dengan mekanisme pergantian pengurus yang disepakati, kurang elok persoalan tidak transparan menjadi viral. urusan ummmat masih banyak cara untuk mengganti pengurus. Untuk pengurus kedepan apabila terjadi penggantian maka sebaik x jalankan Amanah Ummat sesuai dengan mekanisme masjid masing-masimg, jangan lagi ada pengurus bekerja sekehendak x. Ciptakan suasana pekerjaan yang mulia ini dwngan cara mentaati tata terrib masjid. kalau tidak buatkan, agar semua persoalqm imternal masjid diselesaikan kedalam. Hidup ini singkat semua yang menjadi pekerjaan akan kita pertanggungjawabkan dihadapn Allah Subahanakhuataalah. Semoga persoalan.Masjid ini dengan izin Allah akan segera selesai dengan baik. Aamin yaa Allah ampuni dosa-dosa kami sebagai hamba yang dhoif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *