Honor pun Dipangkas Bappeda, Semangat Kerja Aparatur Menurun

Kota Bima, Kahaba.- Selain memangkas anggaran program yang diajukan oleh OPD, rupanya honor untuk beberapa kegiatan pada tahun 2020 juga dihapus. Tentu saja, kebijakan itu berdampak pada kinerja aparatur.

Ilustrasi

Informasi yang himpun media ini pada sejumlah OPD, tahun ini para pegawai merasakan betul kebijakan penganggaran yang membuat tidak semangat untuk bekerja. Baik itu para ASN, maupun tenaga honorer.

Jika yang biasa setiap tahun ada honor dari kegiatan yang harus diterima, namun dalam DPA tahun 2020 lebih banyak dihapus secara sepihak dan tanpa berkoordinasi dengan OPD terkait.

Melihat banyak sejumlah honor kegiatan yang tidak tercantum dalam DPA OPD, memberi dampak terhadap menurunnya semangat kerja aparatur pemerintah.

Padahal ada sejumlah kegiatan vital untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, karena tidak ada honor memantik para pegawai untuk ogah-ogahan untuk menjalankan tugas dengan maksimal.

Menanggapi munculnya masalah ini, Kepala Bappeda dan Litbang Kota Bima H Fakhrunrazi memaparkan, penganggaran selama ini lebih gemuk pada belanja pegawai, belanja barang dan jasa. Kondisi ini pun penting untuk dirasionalisasikan dan dialihkan ke belanja modal, seperti peningkatan infrastruktur.

“Belanja modal kita tahun 2020 hampir Rp 117 miliar, memang lebih banyak untuk infrastruktur,” katanya, Jumat (17/1).

Mengenai pemangkasan sejumlah honor sambungnya, pegawai jangan mengharapkan honor, karena sudah memiliki gaji. Kecuali ada kegiatan tambahan yang mestinya dilakukan untuk membayar honor.

“Jadi honor itu sudah dilakukan penyesuaian, honor ini kan hanya sekedar beban tambahan,” terangnya.

Fakhrunrazi juga menjelaskan, dalam penyusunan anggaran juga harus diterapkan Analisis Standar Belanja (ASB) yang sudah distandarisasi untuk kegiatan – kegiatan tertentu.

“Termasuk soal honor, dibatasi jumlah orang dan nilainya,” pungkasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Yandi

    Ohhh faru udah tau akal2 mu mas .. otak mu itu
    Udah kita paham … Ini bermula dari kebohongan anda yg minlai 1,2T.. yg perlu anda ingat biar anda tidak bodoh…. Untuk bantuan hibah itu jangan besar sampula…. Hibah itu sisa uang lebih untuk keperluan kegiatan yg menunjang pemerintahan… Sampula kogoko…. Ede kau kai tanao nh biar Wati ndake na.. dari awal perencanaan kota itu bermasalah Krn anda sudah mulai membodohi masyarakat dengan angka yg kamu tawarkan.. kurangi aja perjalanan dinas luar daerah samoula

  2. bima

    kalau memang dipangkas kenapa Tim TAPD yaitu keuangan dan Bappeda anggarannya malah naik….tahun ini paling bobrok dari segi penganggaran….SPPD dalam daerah dihapus…..honor dihapus ..SPPD luar daerah malah tidak dpangkas….Anggaran Belanja Hibah MUI naik dari 300 juta menjadi 1 M ada apa ini….anggarannya hanya selisih sedikit dengan beberapa Bagian di Sekretariat…padahal kegiatan MUI hanya rapat dan buat himbauan saja….kalau ada cetak khutbah seragam kan bisa dititp di OPD….siapa bendahara MUI ini….

  3. Ida

    Kota Bima semakin mundur dari semua sisi ini pemerintah yg terbaik yang pernah ada di kota Bima. Hancur lebur sesuai kata yang di usung.. kebaikan menuju kehancuran.. itu pemerintah sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *