oleh

Honor pun Dipangkas Bappeda, Semangat Kerja Aparatur Menurun

-Kabar Bima-3 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Selain memangkas anggaran program yang diajukan oleh OPD, rupanya honor untuk beberapa kegiatan pada tahun 2020 juga dihapus. Tentu saja, kebijakan itu berdampak pada kinerja aparatur.

Ilustrasi

Informasi yang himpun media ini pada sejumlah OPD, tahun ini para pegawai merasakan betul kebijakan penganggaran yang membuat tidak semangat untuk bekerja. Baik itu para ASN, maupun tenaga honorer.

Jika yang biasa setiap tahun ada honor dari kegiatan yang harus diterima, namun dalam DPA tahun 2020 lebih banyak dihapus secara sepihak dan tanpa berkoordinasi dengan OPD terkait.

Melihat banyak sejumlah honor kegiatan yang tidak tercantum dalam DPA OPD, memberi dampak terhadap menurunnya semangat kerja aparatur pemerintah.

Padahal ada sejumlah kegiatan vital untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, karena tidak ada honor memantik para pegawai untuk ogah-ogahan untuk menjalankan tugas dengan maksimal.

Menanggapi munculnya masalah ini, Kepala Bappeda dan Litbang Kota Bima H Fakhrunrazi memaparkan, penganggaran selama ini lebih gemuk pada belanja pegawai, belanja barang dan jasa. Kondisi ini pun penting untuk dirasionalisasikan dan dialihkan ke belanja modal, seperti peningkatan infrastruktur.

“Belanja modal kita tahun 2020 hampir Rp 117 miliar, memang lebih banyak untuk infrastruktur,” katanya, Jumat (17/1).

Mengenai pemangkasan sejumlah honor sambungnya, pegawai jangan mengharapkan honor, karena sudah memiliki gaji. Kecuali ada kegiatan tambahan yang mestinya dilakukan untuk membayar honor.

“Jadi honor itu sudah dilakukan penyesuaian, honor ini kan hanya sekedar beban tambahan,” terangnya.

Fakhrunrazi juga menjelaskan, dalam penyusunan anggaran juga harus diterapkan Analisis Standar Belanja (ASB) yang sudah distandarisasi untuk kegiatan – kegiatan tertentu.

“Termasuk soal honor, dibatasi jumlah orang dan nilainya,” pungkasnya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru