Pagi-Pagi Warga Nggembe Blokir Jalan Lintas Sila-Donggo

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tuntut pelaku yang memanah Arjun warga RT 1 Dusun Nggembe 1 Desa Nggembe agar segera ditangkap, keluarga korban dan puluhan warga Desa Nggembe memblokir jalan lintas Sila – Donggo, tepatnya di depan kantor desa setempat, Senin (20/1) pukul 07.00 Wita.

Warga Nggembe saat blokir jalan. Foto: Yadien

Orang tua korban Yusuf Ranggo mengatakan, tadi malam, sekitar pukul 22.00 Wita Arjun pulang dari Desa Sondosia. Tiba di Dusun Jala, tepatnya di depan masjid, ia dipanah oleh 2 orang.

“Dia tiba-tiba dipanah oleh para terduga pelaku. Akibat kejadian itu, anak saya mengalami luka panah di pinggul bagian kanan,” ungkapnya.

Ia membeberkan, saat insiden terjadi, korban melihat dan mengenali 2 orang terduga pelaku. Yakni IS dan TN warga Dusun Jala Desa Nggembe.

“Korban saat ini sudah dilarikan ke RSUD Bima,” ungkapnya.

Ia menegaskan, polisi harus segera mengambil tindakan cepat dan menangkap kedua orang terduga pelaku. Agar bisa diadili sesuai hukuman yang berlaku.

“Pemblokiran jalan tidak akan kami buka hingga pelaku ditangkap,” tegas dia.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Han

    Bapak-Ibu yang memblokir jalan. Bahwa kasus pidana yang menimpa Arjun itu murni kejahatan, silakan pihak keluarga melaporkan kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Numun yang selalu dilakukan masyarakat adalah kalau ada masalah selalu mengambil jalan pintas yaitu BLOKIR JALAN, tidak ada hubungan x dengan kasus yang terjadi. justru menjadi masalah lain terkait dengan ketertiban UMUM. ini langkah yang keliru. Lapor kejahatan pak Kepolisian agar bisa diproses sebagai aparat penegak hukum. Pwrcayakan kepada penegak hukum semua persoalan hukum. Beri waktu dan kesempatan pd aparat agr bisa terbongkar siapa sebenarnya pelaku itu. Jadi jangan diblokir jalan umum.

    • ONE

      Lapor dulu, pada Aparat Kepolisian setempat, kan baru tadi malam. silakan tempuh prosedur yang benar, aparat pasti melakukan penyelesian sesuai dengan tugas kepolisian. Mari kita menghargai hukim. Mengkap pelaku tidak seperti membalikkan telapal tangan,, beri waktu polisi utk mengungkap. blokir jalan itu urusan ketertibam umuum, kejahatan urusan lain, Polisi akan bekerja sesuai dgn tahapan. mari saudara-saudaraku utk berfikir yang jernih, rasional. Sebab emosi tidak pernah bs menyelesiakan masalah. Azaz Praduga tidak bersalah tetap dikedepankan. mohon maaf hanya ini usulan dari saudaramu

  2. Ijhul

    Belum ada ketegasan hukum, knp masyarakat memblokir jln ? Karena dgn memblokir jln masyarakat memberi warning kpd aparat penegak hukum spy segera merespon kejadian tersebut, meskipun budaya memblokir jln itu bkn budaya yg baik untuk di tiru, namun itu alternatif untuk mendorong pemerintah bergerak cepat, persoalan hukum yg terkait memblokir jln dpt menggangu ketertiban umum ini jg menjadi perhatian khusus bagi pemerhati hukum, budaya itu bisa hilang apabila hukum di tegakkan, apakah kita mampu melapor dan menuntut para warga yg menggangu ketertiban umum ?.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *