Ketika Nurani Berbicara Pada H Syafruddin dan Ady Mahyudi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Doa dan harapan untuk perjuangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima H Syafruddin dan Ady Mahyudi terus dipanjatkan. Sebab, rakyat juga menaruh harapan dan kepercayaan bahwa mereka berdua mewakili perasaan, pikiran dan bahasa rakyat yang menginginkan adanya perubahan signifikan dan menyeluruh.

H Syafruddin dan Ady Mahyudi. Foto: Ist

Menurut aktivis pro keadilan Kabupaten Bima Delian Lubis, semua kini telah menyadari hal itu, karena keduanya ada dalam perjuangan untuk mendorong terwujudnya perubahan yang diinginkan.

“H Syafruddin – Ady Mahyudi kita jadikan jembatan titik temu segala keragaman, segala perbedaan,” katanya kepada media ini, Senin (20/1).

Menurut dia, H Syafruddin – Ady Mahyudi memenuhi prasyarat itu sehingga masyarakat juga punya alasan kenapa mereka harus didukung dan diperjuangkan. Pengabdian tidak dibatasi oleh usia, perjuangan tidak dibatasi oleh waktu, dan masyarakat juga memiliki semangat itu untuk bersama memenangkan masa depan manusia yang lebih baik, lebih maju, lebih beradab, dan lebih berkeadilan.

H Syafruddin – Ady Mahyudi kata lubis ada dalam semangat itu. H. Syafruddin adalah simbol dan asosiasi perasaan orang tua dalam dimensi yang luas. Pernah menjadi pendidik pada perguruan tinggi sebagai dosen kopertis, pernah memimpin partai politik, pernah menjadi pimpinan DPRD 2 periode, pernah Wakil Bupati, pernah menjadi penjabat Bupati, juga pengusaha sukses.

“Selain itu, beliau seorang putra ulama kampung bernama H Yahya yang satu buku, satu bacaan, dengan Syekh Boe menjabarkan tasawuf dan ayat-ayat tuhan dalam kehidupan bermasyarakat.” Ungkapnya.

Delian Lubis

Tidak hanya itu, watak dan kepriadian H Syafruddin terbina dan tertuntun dari ajaran dan kebiasaan ayahnya seorang “Ulama Kampung”. Tidak aneh bila H Syafruddin perangainya sabar dan sangat tidak punya bakat bersandiwara. Sehingga membentuk karakter kepemimpinan yang mumpuni dalam dirinya.

Pun dengan Adi Mahyudi, tidak saja sebagai orang politik yang pernah sukses memimpin PAN memenangkan pemilu di tingkat Kabupaten, ia juga adalah darah saudagar yang demikian lama membangun relasi bisnis yang secara emosional lekat dengan moral kolektif orang-orang Desa.

“H Syafruddin – Ady Mahyudi adalah tetangga kita, saudara kita, kawan kita yang setiap saat kita bisa jadikan rumah mereka adalah rumah kita. Kita menemukan sikap mereka yang egaliter, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah,” terangnya.

Keduanya sambung Lubis, tidak terbiasa merendahkan orang dengan cara memberi tanpa alasan. Kewarasan-kewarasan itu yang musti dikembalikan, sebab meminta tanpa alasan dan karya adalah tradisi para pemalas.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
    • Mohamad rizal

      Dengan kehadiran kedua tokoh diatas untuk melawan petahana dalam pemilu lokal menandakan ada gairah yang luar biasa dari oposisi menginginkan perubahan ,Hal ini cukup kuat dan ketat pertarungan nanti dimana penantang ini dulunya finish diurutan ke 2 dan ke 3 dimana mereka bersatu dengan slogan perubahan.

      Menarik dan patut ditunggu-tunggu strategi melawan dan bertahan dalam melanjutkan titah kekuasaan 2 periode,Semoga masyarakat cerdas memilih menjaga kerukunan tidak terbelah,Wujudkan demokrasi santun menuju bika beradab sesuai slogan MAJA LABO DAHU yg menjadi filosofi penghulu2 BIMA

    • Naser

      Demikrasi lokal yang terus berjalan seiring dengan adanya kontestasi pilkada Kabupaten Bima 2020 menjadi hal yang menarik karena demokrasi itu akan memilih pemimpin sekali dalam 5 tahun dan fainal testnya akan dijawab oleh rakyat pada saat hari H, tugas tim sekarang adalah bagaimana kontestasi pilkada ini menjadi menarik hati rakyat dengan cara menyampaikan ide, gagasan dan program sehingga rakyat bisa mengetahui terhadap para kandidat yang mengikuti kontestasi pilkada untuk dipilih

  1. kasturi

    Semuanya syah – syah saja sekarang dunia butuh tenaga muda yg enejik ( milenial) bagi yg udah ujur apa lagi udah oernah jadi Buoati Bima dan pernah calon inkanbek ternyata tdk di pikih rakyat bersabarlah yg tua – tua. kasi kesempatan yg muda yg tua kebih bagus jadi penasehat yg muda .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *