Mantan Kades Rasabou Nyatakan Dukungan Untuk Syafa’ad

Kabupaten Bima, Kahaba.- Mantan Kepala Desa Rasabou Kecamatan Bolo Julkisman menyatakan dukungan kepada Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima H Syafrudin dan Ady Mahyudin (Syafa’ad).

Mantan Kades Rasabou saat menyampaikan dukungan pada acara silaturahmi Syafa’ad di Desa Rasabou. Foto: Yadien

Dengan terbuka dan penuh keyakinan, Julkisman mengungkapkan sikap mendukung dan bekerja keras untuk memenangkan Syafrudin dan Ady Mahyudin di Desa Rasabou.

“Saya akan bekerja keras agar pasangan ini menang di Desa Rasabou,” ujarnya saat menghadiri acara silaturahmi H Syafrudin dan anaknya Ady Mahyudin bersama warga Desa Rasabou, Rabu (22/1).

Ia membeberkan, dukungan kepada H Syafrudin bukan saja kali ini ia lakukan. Bahkan pada Pilkada tahun 2015, ia juga memberikan dukungan.

“Saat itu saya masih menjadi kepala desa,” katanya.

Ia beralasan, pilihan itu ia jatuhkan karena menilai kepemimpinan H Syafrudin saat menjadi Bupati Bima sangat baik. Selain itu, dirinya menginginkan adanya perubahan daerah ke arah yang lebih baik dari saat ini.

“Kami ingin ada perubahan. Lebih maju dari saat ini,” inginnya.

Sementara itu, mantan Cakades Rasabou Hikmah juga memberikan dukungan untuk H Syafrudin, karena melihat sosoknya mampu membawa Kabupaten Bima menjadi lebih baik dari saat ini.

“Kami ingin perubahan. Kami ingin ada kemajuan,” ujarnya.

Selain itu, ia menginginkan daerah dipimpin oleh seorang pria. Sebagaimana yang ia yakini dalam ajaran agama.

“Pemimpin itu harus pria. Jangan perempuan,” kata dia.

Ia menegaskan, pihaknya akan bekerja keras untuk memenangkan H Syafrudin dan Ady Mahyudin di Desa Rasabou. Bahkan berjanji akan manpu mengarahkan dukungan untuk pasangan itu sebanyak 80 persen dari jumlah warga desa setempat.

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *