Pupuk Masih Dijual di Atas HET, Lampar Demo Tuding Ada Konsipirasi Jahat

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tidak terima pupuk subsidi dijual di atas HET, warga yang tergabung Laskar Mahasiswa dan Pemuda Rakyat (Lampar) menggelar demonstrasi di depan Kantor UPT Pertanian Kecamatan Palibelo, Senin (27/1).

Lampar saat demontrasi protes harga pupuk subsidi dijual di atas HET. Foto: Ist

Koordinator Lapangan (Korlap) Haerul Arif menuding dibalik tingginya harga pupuk subsidi di kecamatan setempat, kuat dugaan ada konspirasi yanh dilakukan UPT Pertanian dan seluruh pengecer di kecamatan setempat.

“Kami menduga, ada konspirasi jahat atas mahalnya pupuk subsidi ini,” ujarnya.

Kata dia, dalam Peraturan Mentri Pertanian Nomor 47/Permenta/SR.310/12/2017 tentang alokasi dan HET pupuk bersubsidi, dan diatur juga dalam Peraturan Mentri Perdagangan Nomor 15/M.DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi secara maksimal, HET pupuk subsidi hanya Rp 90 ribu per sak. Namun kenyataanya petani harus membeli pupuk subsidi dengan harga Rp150 ribu per sak.

“Ini kan bentuk lain dari pembodohan terhadap masyarakat dan petani,” tudingnya.

Karena itu, ia meminta kepada kepala UPT Pertanian Palibelo segera memanggil semua pengecer dan distributor untuk wilayah setempat.

Usai demonstrasi di depan kantor UPT Pertanian Palibelo, masa aksi tersebut melanjutkan aksi di depan Kantor Camat setempat.

Ia meminta kepada Camat Palibelo sebagai KP3 agar memanggil semua dinas terkait untuk memberikan tanggapan mengenai tuntutan mereka. Apabila Camat Palibelo tidak mampu menghadirkan dinas terkait, maka camat tersebut harus siap dipecat.

Kepala UPT Pertanian Palibelo Hanafi saat menanggapi tuntutan masa aksi, berjanji akan memanggil semua pengecer dan diatributor pada hari Kamis (30/1) mendatang.

“Tuntutan kalian akan saya sikapi. Kamis nanti saya panggil mereka,” ujarnya.

Sementara Camat Palibelo melalui Sekcam Muslim berjanji juga akan memenuhi tuntutan para demonstran pada hari Kamis mendatang.

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *