Mosi Tidak Percaya Penyuluh KB, BKKBN NTB Ingin Ada Penyelesaian Secara Kekeluargaan

Kota Bima, Kahaba.- Pelaksanakan tugas (Plt) Kepala BKKBN Provinsi NTB Sam’an mengakui sudah tahu soal surat mosi tidak percaya penyuluh KB terhadap Kepala DPPKB Kota Bima. Secepatnya, masalah tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan. (Baca. Kepemimpinan Kepala DPPKB Dinilai Otoriter, Penyuluh KB Sampaikan Mosi tidak Percaya)

Pelaksanakan tugas (Plt) Kepala BKKBN Provinsi NTB Sam’an. Foto: Bin

Sam’an lebih dulu menjelaskan bahwa Penyuluh KB merupakan tenaga pusat yang diberdayakan oleh pemerintah daerah. Karena di daerah tidak memiliki penyuluh KB, setelah ditarik oleh BKKBN.

“Penyuluh KB ini pegawai negeri. Awalnya memang BKKBN yang mengangkat, setelah otonomi kemudian menjadi pegawai Pemda. Lalu pada tahun 2018, ditarik kembali pusat diberdayakan oleh daerah,” paparnya.

Terkait dengan surat mosi tidak percaya itu menurut dia, apalagi mengatasmanakan Ikatan Penyuluh KB, menurut AD ART nya sudah melangkahi kewenangan. Apalagi di dalam kop surat itu memakai lambang pemerintah daerah.

Tentu saja, pihaknya akan menindaklanjuti masalah ini. Karena soal mosi tidak percaya tersebut sudah secara resmi dilaporkan oleh Kepala DPPKB. Bentuk tindaklanjutnya yakni mengundang Penyuluh KB untuk duduk bersama.

“Karena informasi yang kami terima ini juga berbeda, baik dari Kepala DPPKB maupun dan Penyuluh KB, jadi perlu kita luruskan dulu persepsi yang berbeda ini,” terangnya.

Muncul surat mosi tidak percaya itu sambung Sam’an, juga menjadi masalah. Karena tidak ada yang mengakui. Ditambah beberapa Penyuluh KB yang keberatan telah dipalsukan tanda tangan mereka pada surat dimaksud.

“Nah ini yang perlu kita telusuri semua. Intinya kami akan menyelesaikan masalah ini. Harapan kita ada penyelesaian secara kekeluargaan,” pungkasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *