oleh

Akhirnya Jatah Pengiriman Sapi PPHANI Kabupaten Bima Bertambah

-Kabar Bima-7 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Keputusan Gubernur NTB mengurangi jatah pengiriman sapi oleh PPHANI Kabupaten untuk kebutuhan Jabotabek dan Kalimantan, akhirnya ditambah. Jika sebelumnya hanya ditetapkan sebanyak sebanyak 2.463 ekor, kini PPHANI mendapatkan jatah 20 ribu ekor. (Baca. Gubernur NTB Batasi Pengiriman Kuota Ternak di Bima, PPHANI Ancam Boikot Bandara)

PPHANI Kabupaten Bima foto bersama Gubernur NTB. Foto: Ist

Sekretaris PPHANI Kabupaten Bima Taufik menyampaikan, setelah bertemu dengan Gubernur NTB di ruang kerjanya pada tanggal 29 Januari lalu, akhirnya keputusan yang dianggap merugikan petani ternak kemarin dirubah. Dari permintaan 12 ribu ekor untuk dikirim ke Jabodetabek dan Kalimantan, kini PPHANI Kabupaten Bima mendapat kuata 20 ribu ekor.

Tentu saja peningkatan kuota tersebut sangat membantu petani ternak yang sedang melakukan penggemukan sapi sekarang, karena akan meningkatkan ekonomi petani ternak. Untuk itu, atas nama petani ternak serta PPHANI Kabupaten Bima, pihaknya menyampaikan terimakasih atas perubahan keputusan tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas keputusan gubernur yang menaikan kuota,” ucapnya, Senin (3/2).

Kata Taufik, penambahan kuota tersebut tentu ada syarat dan ketentuan. Syaratnya adalah PPHANI Kabupaten Bima harus mengirim sapi yang memiliki berat minimal 300 kg yang ditimbang hidup. Persyaratan itupun akan sanggup dipenuhi, karena semua sapi yang dikirim nanti semuanya masih dalam proses penggemukan para petani ternak.

Selain ucapan terimakasih kepada Gubernur, pihaknya juga menyampaikan ucapan yang sama pada DPRD Provinsi NTB Komisi 2 serta anggota DPRD Kabupaten Bima dapil 6 yang membantu mendorong perubahan keputusan gubernur tersebut.

Taufik menambahkan, program gubernur di tahun 2020 di bidang peternakan akan bekerja sama dengan PPHANI Kabupaten Bima. Baik impor hewan dari daerah lain luar NTB maupun impor dari daerah lingkup NTB.

Gubernur juga akan mengajak PPHANI dan Dinas Peternakan Kabupaten Bima untuk melihat secara langsung proses penggemukan sapi Australia di negara Australia untuk dilakukan studi banding pada bulan Februari.

“Kami juga diajak untuk meninjau secara langsung proses penggemukan di Australia nanti oleh bapak Gubernur,” ujarnya.

*Kahaba-05

Komentar

Kabar Terbaru