oleh

Partai Gerindra Belum Usung Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bima Manapun

-Kabar Bima-2 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima tinggal beberapa bulan lagi akan dihelat. Para kandidat yang akan tampil pada pesta demokrasi tingkat daerah itu saat ini sedang merebut hati partai, agar mengusung mereka melaju masuk arena pertarungan perebutan kursi nomor 1 dan 2 di Kabupaten Bima.

Humas DPC Partai Gerindra Kabupaten Bima Ashar. Foto: Ist

Belakangan ini, beredar kabar jika Partai Gerindra telah resmi mengusung IDP-Dahlan maju di Pilkada Kabupaten Bima. Kabar itu sontak membuat banyak pihak terkejut dan beredar cukup cepat. Bagaimana tidak, partai besutan Prabowo Subianto itu sebagai gadis muda dalam Pilkada Kabupaten Bima kali ini. Selalu menjadi buah bibir dan direbutkan.

Namun, kabar itu dibantah oleh Partai Gerindra melalui DPC Gerindra Kabupaten Bima. Hingga saat ini, partai berlambang kepala garuda itu sama sekali belum resmi mengusung siapa-siapa pada Pilkada Kabupaten Bima tahun 2020.

Humas DPC Gerindra Kabuparen Bima Ashar S Yaman mengatakan, tidak benar jika Partai Gerindra telah resmi mengsung pasangan IDP-Dahlan pada Pilkada Kabupaten Bima tahun 2020. Namun ia membenarkan jika petinggi Partai Gerindra bertemu dengan IDP-Dahlan di Lombok beberapa hari yang lalu.

“Sampai saat ini, Partai Gerindra belum resmi mengusung siapa-siapa,” ujarnya, Selasa (4/2).

Kata dia, pada saat acara coffee nigth di Lombok itu panitia Desk Pilkada Partai Gerindra NTB hanya memberikan surat tugas kepada IDP-Dahlan yang memuat 5 point. Di antaranya memerintahkan IDP-Dahlan segera mendeklarasikan diri sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati,

“Itu hanya surat tugas, bukan rekomendasi Partai Gerindra untuk dukung IDP-Dahlan,” tegasnya.

Ashar menjelaskan, pihaknya merujuk pada hasil pleno Desk Pilkada Partai Gerindra NTB di Hotel Lombok Astoria tanggal 25 Januari 2020. Saat itu, DPC Partai Gerindra Kabupaten Bima melalui Desk Pilkada menetapkan bersama dengan Desk Pilkada NTB 3 pasang calon Bupati dan Wakil Bupati. Yakni, Ahmad Abass-Syamsuddin, Dinda-Dahlan dan Syafru-Ady.

Kemudian soal kabar yang terlanjur beredar itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPP Partai Gerindra. DPP Partai Gerindra mengaku belum tahu, dan justru kaget. Padahal, yang memutuskan dan menetapkan rekomendasi itu DPP Partai Gerindra, sesuai mekanisme dan aturan yang ditetapkan organisasi.

“DPD harus menyampaikan 3 pasang calon ke DPP untuk dipilih dan diplenokan,” terangnya.

Ashar melanjutkan, keputusan pleno di Hotel Astoria beberapa waktu lalu, Ketua DPC Partai Gerindra H Syamsudin juga diusung sebagai bakal calon Wakil Bupati berpasangan dengan H Ahmad Abbas sebagai bakal calon Bupati.

“Masa partai kader menganulir keterlibatan kadernya sendiri dalam kontestasi sekelas pilkada,” ketusnya.

Ia berharap kepada semua pihak agar bersabar menunggu pleno dan keputusan Desk Pilkada DPP Gerindra. Karena keputusan DPP Partai Gerindra yang bisa digunakan oleh pasangan calon mendaftarkan diri di KPUD.

“Surat tugas yang diserahkan pada saat acara coffe night itu tidak bisa digunakan untuk mendaftar di KPU,” jelas dia.

Ashar menambahkan, semua paket calon hingga saat ini masih berpeluang untuk mendapatkan rekomendasi DPP Partai Gerindra. Sebagai partai kader yang bersifat komando, apapun keputusan DPP, maka semua kader dan struktural DPC Gerindra Kabupaten Bima akan mengawal dan menyukseskannya.

“Semua masih punya peluang. Silahkan berjuang untuk mendapatkan rekomendasi DPP,” terangnya.

*Kahaba-10

Komentar

Kabar Terbaru