oleh

Jumlah Warga Miskin Kota Bima 73 Ribu Jiwa

-Kabar Bima-44 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Jumlah warga miskin di Kota Bima ternyata tidak sedikit. Dari Dinas Sosial Kota Bima, terungkap jumlah warga miskin mencapai 73 ribu jiwa, dari 160 ribu lebih jiwa. Jumlah itu tercatat dalam Data Terpadu Kemiskinan Daerah.

Kabid Penanganan Fakir Miskin dan Potensi Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Kota Bima Iksan. Foto: Bin

Kabid Penanganan Fakir Miskin dan Potensi Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Kota Bima Iksan menjelaskan, pemerintah pusat memberi jatah penganggaran untuk disubsidi warga miskin sebanyak 40 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Demikian jumlah rata rata untuk daerah, ada yang di bawah 40 persen, juga di atasnya,

“Menurut data terpadu kesejahteraan sosial secara nasional, kita disubsudi di atas 40 persen. Dari 73 ribu jiwa warga miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kemiskinan Daerah, ada sekitar 45 persen diberikan subsidi oleh pemerintah daerah,” jelasnya, Kamis (6/2).

Ia menyebutan, jenis kemiskinan yang masuk dalam data tersebut terbagi dalam 4 level. Level pertama yakni sangat miskin, kemudian miskin, hampir miskin, dan hampir sejahtera.

“Di Kota Bima ini yang yang paling banyak itu ada di level 3 dan 4, hampir miskin dan hampir sejahtera. Tapi kan tetap masuk kategori miskin yang mendapat subsidi. Sementara yang sangat miskin sekitar sekitar 10 persen, dari jumlah 73 ribu jiwa itu,” paparnya.

Mengenai subsidi pemerintah terhadap jumlah warga miskini ini sambung Iksan, dari daerah yang baru memberi subsidi hanya BPJS, selebihnya tidak ada. Kemudian subsidi dari pemerintah pusat, seperti BPNT, subisidi listrik, subsidi gas dan PKH.

Iksan menambahkan, hingga saat ini pemerintah masih berpedoman pada Data Terpadu Kemiskinan Daerah, ketika ingin memberikan subsidi dan bantuan. Padahal data tersebut sejak tahun 2015 lalu, dan hingga saat ini belum dilakukan pemutakhiran.

“Kita tidak tahu berapa pergeseran angka kemiskinan sampai tahun 2019, karena tidak ada pemutakhiran baru dari BPS. Saya sih bicara bicara obyektif saja, sesuai data,” terannya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru