Pukul Meja, Yogi Semprot Kepala OPD

Kota Bima, Kahaba.- Ketua Komisi II DPRD Kota Bima Yogi Prima Ramadan menumpahkan kekesalannya kepada sejumlah kepala OPD Lingkup Pemkot Bima, saat Paripurna Penyampaian Hasil Monev, Jumat malam (7/2).

Anggota DPRD Kota Bima saat mengikuti paripurna. Foto: Bin

Usai penyampaian semua Komisi terhadap hasil Monev, Yogi menyemprot sejumlah kepala OPD yang tidak menghargai anggota dewan saat turun monitoring dan evaluasi beberapa pekan kemarin. Padahal kegiatan tersebut penting diikuti oleh kepala OPD.

“Kami ini tidak seperti tidak dihargai, padahal saat Banmus sudah disepakati. Tapi ketiga monev, tetap kita temui kepala OPD yang tidak terima kita,” kesalnya.

Yogi juga mengungkapkan kesulitannya menghubungi kepala OPD saat turun monev. Padahal sudah diberitahu via SMS, namun tidak pernah menghubungi kembali.

“Memang susah sekali berkoordinasi dengan kepala OPD ini,” terangnya.

Pada kesempatan itu, dirinya meminta kepada Sekda Kota Bima yang hadir saat Paripurna agar mengevaluasi kinerja kepala OPD. Agar bisa lebih menghargai anggota dewan dalam menjalankan tugas.

“Kita berharap agar kepala OPD tidak berada di luar daerah saat monev dilakukan,” pintanya kemudian memukul meja.

Hal yang sama juga disampaikan Anggota DPRD Kota Bima Hj Gina Anggriani. Ia menyayangkan sikap kepala OPD yang jarang berada di kantor saat mereka turun Monev.

Dengan menggunakan bahasa Bima Gina nampak mengungkapkan kekesalannya terhadap kinerja kepala OPD.

“Kenapa takut sama dewan, kita ini sedang bertugas,” sentilnya dengan bahasa Bima.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. ALI

    Sabar pak Dewan dan Ibu Dewan dilaporkan saja mana yh ada ndak usah marah2 karena bapak dan ibu dewan ada di DPRS salah satu x yang memberikan suara adalah mereka, kok Marah

    • Radikal

      Bune ku mau di hargai mas…. Klinis aja minta dana sana sini…. Lihat aja ulah temannya buat dinas…. Udah biasa minta jatah ke dinas… Boleh tanya ke aia nhhh berapa dana yg di setor dan klo turun monev berapa jatahnya mending kabut itu dinas…. Koreksi dulu he….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *